10 August 2022, 16:34 WIB

Republik Bela Trump yang Rumahnya Digeledah FBI


Cahya Mulyana |

PENGGELEDAHAN kediaman pribadi mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Florida oleh FBI menuai kecaman dari Partai Republik. Kendaraan politik Trump itu berencana melakukan pembalasan.

Itu disampaikan politikus Partai Republik di DPR AS Kevin McCarthy. Ia bahkan mengancam untuk menyelidiki departemen kehakiman jika partainya memenangkan kendali majelis tahun depan.

Dia mengatakan Departemen Kehakiman yang dipimpin Jaksa Agung Merrick Garland telah bermain politik sehingga tidak dapat ditolerir.

"Jaksa Agung Garland, simpan dokumen Anda dan kosongkan kalender Anda," ujarnya.

Di sisi lain, Partai Demokrat menyambut baik aksi penggerebekan oleh FBI tersebut. Anggota kongres Ted Lieu mengatakan penggeledahan ini adalah preseden mengerikan bagi Departemen Kehakiman untuk menyelidiki mantan presiden Amerika Serikat.

Baca juga: Trump Kecam Penggeledahan Rumahnya oleh FBI

Menurutnya, satu-satunya yang lebih baik adalah penyelidikan dilakukan kepada mantan presiden.

"Tidak ada seorang pun yang kebal hukum," imbuhnya.

Penggeledahan itu juga memicu spekulasi terkait rencana Trump kembali maju sebagai calon presiden pada pemilu tahun 2024. Para pendukungnya mendorongnya untuk mengumumkan pencalonan sebelum pemilihan paruh waktu, November 2022.

Tindakan FBI di kawasan perkebunan Mar-a-Lago milik Trump telah disahkan pengadilan. Itu terkait dengan penyelidikan jangka panjang soal pelanggaran Trump dalam menangani dokumen rahasia pemerintah saat meninggalkan Gedung Putih pada 2021.(The Guardian/OL-5)

BERITA TERKAIT