07 August 2022, 14:43 WIB

Iran Sebut Palestina tidak Sendiri Hadapi Agresi Israel


Cahya Mulyana |

KORPS Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran siap membantu warga Palestina menjaga Tanah Air mereka dari agresi Israel. Serangan dua hari oleh negara Zionis itu telah menewaskan 29 warga Palestina termasuk empat anak.

"Hari ini, semua kemampuan jihad anti-Zionis berada di tempat kejadian dalam formasi bersatu yang bekerja untuk membebaskan Jerusalem dan menegakkan hak-hak rakyat Palestina," kata Mayor Jenderal IRGC Hossein Salami dalam sebuah pernyataan resmi. Menurut dia, warga Palestina tidak sendirian dalam perjuangan mereka melawan Israel. 

Baca juga: Tangkap 10 Anggota ISIS, Iran Tuding Mereka Didalangi Israel

Semua negara yang memiliki hati nurani dan menentang penjajahan dengan dalih terorisme dan gangguan keamanan akan membantu Palestina. "Kami bersama Anda di jalan ini sampai akhir dan biarkan Palestina merdeka. Palestina tahu bahwa mereka tidak sendirian," katanya kepada pemimpin kunjungan kelompok Jihad Islam, Ziad al-Nakhala.

Agresi Israel dilandasi alasan melumpuhkan Jihad Islam di Gaza. Dari 29 korban tewas, adan seorang komandan senior kelompok itu dan seorang gadis berusia lima tahun. Kemudian 100 lain terluka.

Pejuang Palestina membalas dengan rentetan tembakan roket ke Israel dalam gejolak terburuk di wilayah itu sejak perang tahun lalu. Salami menekankan tanggapan Palestina menunjukkan babak baru perlawanan agresi Israel. "Israel akan membayar harga mahal lain untuk kejahatan baru-baru ini. Perlawanan Palestina lebih kuat hari ini daripada di masa lalu," katanya.

Baca juga: Militan Palestina Targetkan Jerusalem setelah 29 Tewas di Gaza

Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan brutal Israel di Gaza. Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan, "Israel sekali lagi menunjukkan sifat pendudukan dan agresifnya kepada dunia."

Iran ialah pendukung Jihad Islam. Israel menuduh Iran menyelundupkan senjata ke kelompok itu di Gaza. Pada Maret tahun lalu, Israel mencegat dua pesawat tak berawak Iran yang sarat dengan senjata untuk Gaza. (Aljazeera)

BERITA TERKAIT