05 August 2022, 12:26 WIB

Terancam oleh Provokasi Militer Tiongkok, Taiwan Minta Dukungan Indonesia


Meilani Teniwut |

TAIWAN terus mendapat ancaman militer dari Tiongkok setelah Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi berkunjung ke pulau itu, pada 2 Agustus lalu.

Ancaman yang diterima Taiwan berupa  pengumuman Tiongkok, yang akan menggelar latihan militer berturut-turut  terhitung mulai 4 Agustus sampai dengan tanggal 7 Agustus dengan melakukan aksi tembakan  langsung ke enam wilayah perairan yaitu disisi utara, timur laut, barat laut, timur, selatan, dan barat daya dan juga wilayah udara Taiwan.

Latihan militer ini telah memblokade laut dan udara Taiwan, mempengaruhi operasional 17 jalur pelayaran internasional dan 7 pelabuhan internasional dari Taiwan, dan beberapa latihan telah menginvasi perairan teritorial, wilayah berdekatan dan wilayah udara Taiwan.

Baca juga: Ketegangan Tiongkok-Taiwan Meningkat, TETO Indonesia: Perdamaian di Selat Taiwan Sangat Penting

Perwakilan Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia John Chen menilai aksi yang dilakukan Tiongkok itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, sehingga membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan dan selat Taiwan, serta melanggar hak dan kepentingan dari pesawat terbang dan kapal laut dari berbagai negara yang akan melintas di kawasan tersebut.

Meskipun terus mendapat ancaman, Chen menyampaikan Taiwan selalu bersedia  untuk berinteraksi dengan negara-negara lain di dunia, dan dengan tulus menyambut semua negara internasional yang mendukung gagasan kebebasan dan demokrasi untuk berkunjung ke Taiwan. dan sudah sepatutnya negara lain tidak ikut campur dalam hubungan persahabatan Taiwan dengan negara lain. 

Chen pun meminta dukungan kepada semua kalangan di Indonesia untuk mengutuk tindakan militer Tiongkok.

"Saya, dengan ini, menyerukan kepada semua kalangan di Indonesia untuk mengutuk tindakan militer Tiongkok yang merusak status quo Taiwan dan mengancam perdamaian dan stabilitas regional, serta menuntut Tiongkok untuk segera menghentikan semua provokasi militer. Saya juga mengimbau kepada seluruh kalangan masyarakat di Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas dengan Taiwan sebagai sesama negara demokrasi, untuk bersama-sama mempertahankan nilai-nilai demokrasi dan menjaga perdamaian dan stabilitas tatanan internasional," tegas Chen. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT