05 August 2022, 10:54 WIB

Ketegangan Tiongkok-Taiwan Meningkat, TETO Indonesia: Perdamaian di Selat Taiwan Sangat Penting


Ferdian Ananda Majni |

KETEGANGAN di kawasan Taiwan meningkat setelah kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi di Taipei, Taiwan, Selasa (2/8). Bahkan Taiwan terus menerima ancaman militer dari Tiongkok.

"Tiongkok telah mengumumkan akan menggelar latihan militer selama tiga hari berturut-turut mulai dari 4 Agustus sampai 7 Agustus dengan tembakan langsung di sisi utara, timur laut, barat laut, timur, selatan, dan barat daya, total 6 wilayah perairan dan wilayah udara Taiwan," kata Representative Taipei Economic and Trade Office (TETO) in Indonesia, John Chen dalam keterangannya disampaikan Jumat (5/8).

Menurutnya, latihan militer ini telah memblokade laut dan udara Taiwan, mempengaruhi operasional 17 jalur pelayaran internasional dan 7 pelabuhan internasional dari Taiwan, dan beberapa latihan telah menginvasi perairan teritorial, wilayah berdekatan dan wilayah udara Taiwan.

Baca juga: Tiongkok Tembakkan Rudal dalam Latihan, Jepang Naikkan Anggaran Militer

"Aksi ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional, membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan dan selat Taiwan, serta melanggar hak dan kepentingan dari pesawat terbang dan kapal laut dari berbagai negara yang akan melintas di kawasan tersebut," sebutnya.

Dia menambahkan Taiwan selalu bersedia berinteraksi dengan negara-negara lain di dunia, dan dengan tulus menyambut semua teman internasional yang mendukung gagasan kebebasan dan demokrasi untuk berkunjung ke Taiwan dan sudah sepatutnya negara lain tidak ikut campur dalam hubungan persahabatan Taiwan dengan negara lain.

"Perdamaian di Selat Taiwan sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas regional dan global, dan pada saat bersamaan juga akan mempengaruhi kesejahteraan sebagian besar diaspora Indonesia di Taiwan," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya menyerukan kepada semua kalangan di Indonesia untuk mengutuk tindakan militer Tiongkok yang merusak status quo Taiwan dan mengancam perdamaian dan stabilitas regional, serta menuntut Tiongkok untuk segera menghentikan semua provokasi militer.

"Saya juga mengimbau kepada seluruh kalangan masyarakat di Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas dengan Taiwan sebagai sesama negara demokrasi, untuk bersama-sama mempertahankan nilai-nilai demokrasi dan menjaga perdamaian dan stabilitas tatanan internasional," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT