04 August 2022, 21:43 WIB

Blokade Israel Berkepanjangan Berpotensi Tutup Pembangkit Listrik Gaza


Mediaindonesia.com |

PEMBANGKIT listrik satu-satunya di Jalur Gaza, Palestina, berisiko ditutup karena kekurangan bahan bakar. Pengelolanya memperingatkan itu pada Kamis (4/8) saat blokade penuh Israel di wilayah itu mencapai hari ketiga.

Israel menutup penyeberangan barang dan orang di sepanjang perbatasannya dengan Gaza pada Selasa (2/8). Alasannya, mereka kekhawatiran terhadap pembalasan menyusul penangkapan dua anggota senior Jihad Islam Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Militer juga memberlakukan pembatasan pergerakan pada komunitas Israel yang berdekatan dengan Jalur Gaza. Langkah-langkah langka itu menghentikan pengiriman diesel melalui Israel yang diperlukan untuk bahan bakar pembangkit listrik satu-satunya Gaza.

Baca juga: Tangkap 10 Anggota ISIS, Iran Tuding Didalangi Israel

"Jika solar industri yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik tidak masuk hari ini atau besok, pembangkit akan berhenti menghasilkan listrik karena tidak cukup (bahan bakar) untuk menjalankannya," kata Rafiq Maliha, general manager stasiun. Sekitar 2,3 juta penduduk Gaza mengalami kekurangan listrik secara teratur dan minggu lalu, menurut data dari badan kemanusiaan PBB OCHA, hanya menerima rata-rata 10 jam listrik per hari.

Diesel untuk pembangkit listrik biasanya diangkut dengan truk dari Mesir atau Israel yang telah mempertahankan blokade daerah kantong itu sejak kelompok militan Hamas menguasai Gaza pada 2007. Selain menutup jalur pasokan utama dengan Israel, tindakan minggu ini juga telah mencegah warga Gaza meninggalkan wilayah itu.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan penutupan itu mempengaruhi 50 pasien per hari yang akan meninggalkan Gaza untuk perawatan. Ribuan warga Gaza dengan izin untuk bekerja di Israel juga tidak dapat melakukan perjalanan melintasi pos pemeriksaan.

Baca juga: Tangkap Anggota Jihad Islam, Israel Tutup Daerah Dekat Gaza

Unit kementerian pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas urusan sipil Palestina, COGAT, tidak segera menanggapi permintaan AFP untuk mengomentari dampak penutupan Gaza. Penutupan itu telah membuat frustrasi dan membingungkan warga Israel yang tinggal di dekat Gaza, menurut Gadi Yarkoni yang mengepalai dewan regional Eshkol setempat. Meskipun dia memahami pertimbangan keamanan, Yarkoni mengatakan kepada penyiar publik Kan bahwa warga terkadang menderita.

Perdana Menteri Israel Yair Lapid akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut pada Kamis mengenai langkah-langkah keamanan, yang diberlakukan setelah serangan oleh pasukan keamanan di distrik Jenin di Tepi Barat utara. Pasukan Israel menahan Bassem al-Saadi dan sesama anggota senior Jihad Islam, yang memiliki kehadiran kuat di Gaza. Seorang warga Palestina berusia 17 tahun ditembak mati oleh pasukan Israel selama serangan itu. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT