04 August 2022, 11:21 WIB

Rusia Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Junta Myanmar


Cahya Maulana |

RUSIA mendukung upaya junta Myanmar untuk menstabilkan negara yang dilanda krisis. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Rabu (3/8).

"Kami bersolidaritas dengan upaya (oleh junta) yang bertujuan menstabilkan situasi di negara ini," kata Lavrov selama pembicaraan dengan Menlu Wunna Maung Lwin di ibu kota Myanmar, Naypyidaw.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak perebutan kekuasaan militer, tahun lalu, dengan lebih dari 2.100 orang tewas dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, menurut pemantau lokal.

Baca juga: Retno Tuding Junta Militer Myanmar tidak Berniat Jalankan Konsesus ASEAN

Rusia adalah sekutu utama dan pemasok senjata junta yang terisolasi, dan telah dituduh oleh kelompok hak asasi mempersenjatai militer dengan senjata yang digunakan untuk menyerang warga sipil sejak kudeta tahun lalu.

"Tahun depan, Anda akan mengadakan pemilihan legislatif dan kami berharap Anda sukses membuat negara Anda lebih kuat dan lebih sejahtera," tambah Lavrov.

Lavrov dijadwalkan melakukan perjalanan ke pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Kamboja saat perwakilan junta tidak disertakan karena penolakan mereka untuk terlibat dalam dialog dengan lawan-lawannya.

Kunjungannya dilakukan setelah junta memicu kemarahan internasional baru, pekan lalu, ketika mengumumkan telah mengeksekusi empat tahanan. 

Eksekusi dilakukan termasuk kepada seorang mantan anggota parlemen dan seorang aktivis demokrasi, dalam penggunaan hukuman mati pertama di negara itu dalam beberapa dasawarsa.

ASEAN menegaskan mengatakan blok regional itu kecewa dan terganggu dengan eksekusi bulan lalu, dan bahwa penggunaan hukuman mati lebih lanjut akan berarti "memikirkan kembali" rencana konsensus lima poin perdamaian.

Junta belum mengomentari kunjungan Lavrov. Dengan pemerintah Barat menjatuhkan sanksi setelah kudeta dan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, junta semakin beralih mendekati Tiongkok dan Rusia.

Kepala Junta Min Aung Hlaing berada di Moskow dalam kunjungan pribadi pada Juli dan dilaporkan bertemu dengan pejabat dari badan antariksa dan nuklir Moskow.

Tentara telah membenarkan perebutan kekuasaan di Myanmar dengan menuduh penipuan besar-besaran selama pemilihan umum pada 2020, ketika Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi mengalahkan partai yang didukung militer.

Tahun lalu, Jenderal Min membatalkan hasil pemilu, mengatakan bahwa mereka telah menemukan lebih dari 11 juta kasus penipuan pemilih. (Channelnewsasia/OL-1)

BERITA TERKAIT