03 August 2022, 16:55 WIB

Terima Kunjungan Nancy Pelosi, Tiongkok Jatuhkan Sanksi ke Taiwan


Cahya Mulyana |

TIONGKOK mengumumkan sanksi terhadap Taiwan untuk kegiatan ekspor dan impor beberapa komoditas pada Rabu (3/8). Kebijakan itu merupakan respons keras Beijing terhadap Taipei yang menerima kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi.

Tiongkok pun resmi menghentikan ekspor pasir, serta impor buah jeruk dan beberapa jenis ikan dari Taiwan. Ketentuan itu akan berlangsung hingga waktu yang tidak ditentukan.

Kepala ekonom Asia Pasifik di Natixis Hong Kong, Alicia Garcia-Herrero mnegatakan, sanksi Tiongkok tersebut tidak berdampak serius terhadap perekonomian Taiwan. Hanya saja sejumlah pembangunan dan sektor industri di Taiwan harus terhambat karena keterbatasan pasokan pasir.

“Ada kekurangan pasir dan kerikil selama beberapa waktu di Taiwan. Saya tidak akan mengatakan itu adalah ekspor utama dari Tiongkok tetapi itu merugikan Taiwan,” kata Herrero.

Pakar perdagangan Tiongkok di Universitas Manajemen Singapura, Henry Gao, mengatakan, pasir merupakan sumber daya penting bagi Taiwan karena digunakan untuk sektor teknologi dan militer serta konstruksi. Taiwan harus mendapatkan alternatif baru untuk memperoleh komoditas tersebut.

“Saya pikir kemungkinan besar Tiongkok akan mengumumkan sanksi ekonomi lainnya, tetapi tidak mungkin efektif kecuali Tiongkok melarang impor terbesarnya dari Taiwan-semikonduktor. Namun, itu akan merugikan Tiongkok sendiri juga, karena begitu banyak perusahaan Tiongkok bergantung pada semikonduktor,” paparnya..

Taiwan merupakan negara terbesar yang menjadi produsen semikonduktor dunia. Perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) adalah produsen cip semikonduktor yang menguasai 54% pangsa pasar semikonduktor dunia pada 2020.

Baca juga : Kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan, Kemenlu RI Serukan Semua Pihak Menahan Diri dan Jaga Stabilitas

Kantor Urusan Taiwan-Tiongkok secara terpisah mengumumkan akan melarang perusahaan dan individu Tiongkok daratan melakukan transaksi keuangan dengan dua yayasan Taiwan, yaitu Yayasan Demokrasi Taiwan dan Dana Kerja sama dan Pembangunan Internasional Taiwan.

Pengumuman itu datang ketika Pelosi tetap melakukan kunjungan tingkat tinggi ke Taiwan meskipun Tiongkok memperingatkan konsekuensi serius jika politisi veteran Demokrat itu berkunjung ke Taiwan.

Langkah-langkah perdagangan mengikuti pemberitahuan oleh agen bea cukai Tiongkok pada Senin (1/8), telah memasukkan lebih dari 100 merek makanan Taiwan ke daftar hitam. Itu karena gagal memperbarui pendaftaran ekspor.

Sementara itu Taipei Times melaporkan, Direktur Jenderal Administrasi Makanan dan Obat-obatan Taiwan, Wu Shou-Mei, mengatakan langkah Tiongkok membatasai perdagangan mungkin bermotif politik. Hal itu karena produsen Taiwan diperlakukan berbeda dari yang ada di tempat lain.

Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Taiwan. Ekspor Taiwan ke Tiongkok daratan dan Hong Kong mencapai US$188,9 miliar pada 2021.

Tahun lalu, Tiongkok melarang impor nanas Taiwan dengan alasan kekhawatiran keamanan hayati. Kebijakan itu dinilai sebagai upaya untuk menekan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, yang telah berusaha untuk meningkatkan hubungan Taiwan dengan Amerika Serikat. (Aljazeera/OL-7)

BERITA TERKAIT