02 August 2022, 23:35 WIB

Tiongkok Murka atas Kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan


Fetry Wuryasti |

TIONGKOK murka atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam pernyataan resmi yang diterima, Selasa (2/8) menyebut kunjungan Pelosi sebagai pelanggaran. Pasalnya, Tiongkok selama ini menganggap Taiwan sebagai wilayah bagian dari Negara Tirai Bambu itu.

"Ini adalah pelanggaran serius dari prinsip satu-Tiongkok dan pelanggaran atas ketentuan tiga komunike bersama Tiongkok-AS," ujar keterangan tersebut 

Kemenlu menyebut, pelanggaran memiliki dampak parah pada fondasi politik dan hubungan Tiongkok-AS. Termasuk secara serius melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut hal ini sangat merusak perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan. AS dinilai mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan separatis untuk "kemerdekaan Taiwan".

"Tiongkok dengan tegas menentang dan dengan tegas mengutuk ini, dan telah membuat démarche yang serius dan protes kuat ke Amerika Serikat," kata pernyataan resmi itu.

Hanya ada satu Tiongkok di dunia. Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari wilayah Tiongkok. Pernyataan itu menekankan bahwa pemerintah Republik Rakyat Tiongkok adalah satu-satunya pemerintah hukum yang mewakili seluruh Tiongkok. Hal ini telah diakui dengan jelas oleh Resolusi Majelis Umum PBB 2758 tahun 1971.

Sejak pendirian Republik Rakyat Tiongkok pada 1949, sebanyak 181 negara telah menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok berdasarkan prinsip satu-Tiongkok.

"Prinsip One-China adalah konsensus universal dari komunitas internasional dan norma dasar dalam hubungan internasional," kata keterangan itu.

Pada 1979, Amerika Serikat membuat komitmen yang jelas atas Tiongkok-AS. Komunike bersama tentang pembentukan hubungan diplomatik menyebut Amerika Serikat mengakui pemerintah Republik Rakyat Tiongkok sebagai satu-satunya pemerintahan hukum Tiongkok.

Dalam konteks ini, rakyat Amerika Serikat akan mempertahankan budaya, komersial, dan hubungan diplomatik lainnya dengan rakyat Taiwan.

"Kongres, sebagai bagian dari pemerintah A S. secara inheren berkewajiban untuk secara ketat mengamati kebijakan satu China dari pemerintah AS dan menahan diri dari pertukaran resmi dengan wilayah Taiwan Tiongkok," kata keterangan resmi itu.

Tiongkok selama ini menentang kunjungan ke Taiwan oleh anggota Kongres AS. Mereka menilai pihak eksekutif AS memiliki tanggung jawab untuk menghentikan kunjungan tersebut. 

Langkah-langkah ini, ditekankan Kementerian Luar Negeri Tiongkok seperti bermain dengan api, dan sangat berbahaya.

"Mereka yang bermain dengan api akan binasa karenanya," kata keterangan itu.

Tiongkok memastikan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk secara tegas melindungi kedaulatan dan integritas teritorialnya dalam menanggapi kunjungan Pelosi. Semua konsekuensi yang timbul darinya harus ditanggung di sisi AS dan kekuatan separatis "kemerdekaan Taiwan". (OL-8)

BERITA TERKAIT