24 July 2022, 15:13 WIB

Untuk Kalahkan Rusia, Zelensky Butuh Bantuan Senjata Berat dari AS


mediaindonesia.com |

PRESIDEN Ukraina, Volodymyr Zelensky menyatakan optimismenya bahwa Ukraina akan memenangi perang yang meletus karena keserakahan Rusia yang menginvasi negara itu.

Namun untuk itu, kata Presiden Zelensky, Ukraina membutuhkan lebih banyak bantuan berupa senjata berat untuk memperkuat Angkatan Bersenjata Ukraina.

Dengan bantuan senjata berat, menurut Zelensky, tentara Ukraina bisa menyelamatkan lebih banyak lagi nyawa manusia yang dipandang rendah oleh Rusia.

“Ukraina mampu memenangkan perang ini. Untuk mencapainya secepat mungkin, kita membutuhkan lebih banyak lagi senjata berat saat ini,”kata Presiden Zelensky dalam pidato yang disiarkan ke seluruh negeri.

Presiden Zelensky menekankan, untuk mencapai kemenangan itu, kebebasan harus dipersenjatai lebih baik daripada tirani yang justru bertujuan untuk menghancurkannya.

Dalam kerangka inilah, kata Presiden Zelensky, yang menjadi prioritas utama pemerintah Ukraina saat ini adalah memastikan pengiriman cepat sejumlah besar senjata berat, terutama artileri jarak jauh dan sistem pertahanan udara yang sangat dibutuhkan.

Menurut Presiden Zelenskyy, memperkuat Ukraina saat ini sejatinya adalah investasi terbaik dalam keamanan dan stabilitas jangka panjang Eropa.

Rusia yang saat ini tengah dikuasai Vladimir Putin, disebutnya sebagai ancaman nyata bagi keamanan Eropa, juga seluruh dunia, yang karena itu harus dihentikan sesegera mungkin.

“Untuk itu Ukraina menyambut baik keputusan Uni Eropa untuk mengalokasikan paket bantuan keuangan kelima senilai 500 juta euro, di bawah Fasilitas Perdamaian Eropa (European Peace Facility)," jelas Zelensky.

Baca juga: Gedung Putih Sebut Kunjungan Putin ke Iran Akibat Sanksi Barat

Presiden Zelensky juga mengucapkan rasa terima kasih rakyat Ukraina kepada Amerika Serikat (AS) atas bantuan militer yang telah diberikan, termasuk paket terbaru.

Ia juga menyerukan agar bantuan itu bisa lebih ditingkatkan dan proses pengirimannya pun dipercepat.

Zelensky tak lupa menunjuk efektivitas pengunaan senjata berat atau sistem roket peluncuran berganda berteknologi tinggi HIMARS yang pada minggu-minggu sebelumnya.

Keterampilan dan keberanian rakyat Ukraina, dipadukan dengan kecanggihan senjata berat bantuan Barat. “Itu sama dengan kemenangan Ukraina,” kata Presiden. 

Karena itu Zelensky mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan lebih banyak lagi HIMARS dan MLRS serupa, di samping artileri 155 mm, yang menurutnya akan membuat Ukraina segera bisa mengakhiri peperangan dan kekejaman yang terjadi selama ini dengan lebih cepat.

“Saya sependapat dengan Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, bahwa menyelamatkan nyawa rakyat sangat penting sekarang ini," ujar Zelensky.

"Itu sebabnya tentara kita menggunakan sistem HIMARS, yang sama pentingnya dengan pisau bedah seorang dokter dalam sebuah operasi di rumah sakit,”kata Zelensky.

Berkaitan dengan propaganda Rusia bahwa senjata bantuan Barat bisa jatuh ke tangan yang salah, Zelensky membantah propaganda itu sebagai pikiran yang  tidak berdasar.

“Ukraina memiliki pemerintahan yang berfungsi dengan baik, dan berkomitmen penuh pada semua rezim internasional dalam mengendalikan persenjataan,”kata Zelenskyy. “Kami tidak pernah dituduh melanggar salah satu dari mereka.”

Zelenskyy juga menagaskan, Ukraina memastikan bahwa semua prosedur untuk mendapatkan, menyimpan, dan menggunakan senjata dilakukan secara transparan. ”Jangan lupa, sistem kontrol kami berfungsi dengan baik,”kata Presiden. 

Sementara, berkaitan dengan KTT ke-2 Bapak dan Ibu Negara atau the 2nd Summit of First Ladies and Gentlemen yang digelar 23 Juli 2022

Fokus utama KTT tersebut adalah pada dimensi kemanusiaan dari pemulihan pascaperang. Presiden Zelensky sangat menyadari bahwa pemulihan sumber daya manusia sangatlah penting untuk keberhasilan pemulihan Ukraina, dan akhirnya dunia.

“Nilai tertinggi untuk Ukraina adalah orang-orang kita semua. Setiap diskusi tentang pemulihan Ukraina dan dunia pascaperang menjadi tidak masuk akal jika tidak memprioritaskan pemulihan sumber daya manusia — kesehatan, pengetahuan, kemampuan untuk bekerja, dan kreativitas jutaan orang Ukraina,” kata Zelensky, 

Karena itulah, maka topik-topik pemulihan anak-anak, peran perempuan dalam rekonstruksi, dukungan kesehatan fisik dan mental, serta peningkatan pendidikan, akan menjadi sorotan KTT tahun ini.

“Kami ingin menciptakan platform untuk dialog, dan pertukaran ide untuk membentuk masa depan kita bersama,” kata Zelenskyy. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT