14 July 2022, 15:00 WIB

Eks Menkeu Raih Suara Terbanyak untuk Gantikan Boris Johnson


Cahya Mulyana |

Mantan Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mendapatkan dukungan terbanyak dari anggota parlemen Konservatif pada Rabu (13/7). Sunak memperoleh suara terbanyak dalam putaran pertama votinng untuk memilih pengganti Boris Johnson sebagai Perdana Menteri.

Sunak, yang pengunduran dirinya sebagai menteri keuangan pekan lalu membantu mempercepat kejatuhan Johnson, mendapat dukungan dari 88 dari 358 Anggota Parlemen (MP) partai tersebut. Sementara Menteri Perdagangan Junior Penny Mordaunt di urutan kedua dengan 67 suara dan Menteri Luar Negeri Liz Truss di urutan ketiga dengan 50 suara.

Nadhim Zahawi, yang menggantikan posisi Sunak di kabinet Johnson dan mantan Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt tersingkir setelah gagal mendapatkan batas bawah dukungan parlemen yakni 30 suara.

Kandidat lain yang lolos ke putaran kedua yaitu mantan Menteri Kesetaraan Kemi Badenoch, Jaksa Agung Suella Braverman, dan Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Tom Tugendhat. Pemungutan suara berikutnya akan digelar pada Kamis (14/7), untuk mendapatkan dua kandidat.

Dua kandidat yang lolos akan dipilih menjadi pengganti Johnson pada 21 Juli. Perdana Menteri baru akan dipilih oleh 200ribu anggota Partai Konservatif dan hasilnya diumumkan pada 5 September.

Sunak juga menempati urutan teratas sebagai calon pengganti Johnson di internal partainya. Namun hasil survei YouGov terhadap hampir 900 anggota Partai Konservatif menjagokan Mordaunt.

Perang Urat Syaraf

Siapa pun yang menang akan menghadapi tantangan yang menakutkan. Karena kandidat terpilih sebagai Perdana Menteri harus membangun kembali kepercayaan publik yang dirusak oleh serangkaian skandal yang melibatkan Johnson.

Ekonomi Inggris juga diterjang tingkat utang dan inflasi yang tinggi. Di samping itu daya beli masyarakat Inggris menurun.

Sunak mengatakan tidak tepat untuk menawarkan ke publik janji belanja negara dan pemangkasan pajak. Pernyataan itu ditentang Zahawi dengan mengatakan Sunak seharusnya menuntaskan urusan pribadinya soal skandal pajak terlebih dahulu.

Selain Zahawi, Sunak juga diserang Menteri Kebudayaan Nadine Dorries, yang sangat setia kepada Johnson dan sekarang mendukung Truss. Nadine menuduh tim Sunak melakukan strategi kotor.

"Saya percaya perilakunya (Sunak) terhadap Boris Johnson, ketidaksetiaannya berarti saya tidak mungkin mendukungnya," kata Menteri Peluang Brexit Jacob Rees-Mogg kepada Sky News.

Johnson, yang memenangkan mayoritas besar suara parlemen pada Desember 2019, mengumumkan pekan lalu bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri. Calon penerusnya ramai-ramai menekankan integritas. Termasuk disuarakan Sunak yang senasib dengan Johnson yang didenda karena melanggar aturan pembatasan aktivitas. (CNA/OL-12)

BERITA TERKAIT