14 July 2022, 08:45 WIB

Ukraina Putus Hubungan dengan Korut Setelah Pyongyang Akui Separatis Pro-Rusia


Basuki Eka Purnama, Cahya Mulyana |

UKRAINA, Rabu (13/7), mengatakan telah memutuskan hubungan dengan Korea Utara (Korut), beberapa jam setelah kelompok separatis pro-Rusia di timur negara itu mengklaim telah diakui kemerdekannya oleh Pyongyang.

Pengakuan Korut terhadap Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk terjadi setelah sekutu Rusia lainnya, Suriah, melakukan hal yang sama, bulan lalu.

Kementerian Luar Negeri Ukraina, dalam pernyataan resmi, mengecam pengakuan Korut terhadap wilayah yang tengah dikuasai Rusia itu.

Baca juga: AS Tuduh Iran Kirim Ratusan Drone untuk Rusia

"Sebagai tanggapan, Ukraina mengumumkan memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Demokrasi Korea," ungkap Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.

"Rusia tidak lagi memiliki sekutu di dunia kecuali negara yang tergantung secara finansial dan politik pada mereka," lanjut Kuleba.

Kuleba menyebut permintaan Rusia agar Korut mengakui kedua wilayah itu menunjukkan bahwa Moskow lebih toksik ketimbang Pyongyang.

Rusia mengakui kemerdekaan kedua republik itu, beberapa saat sebelum melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari.

Pada Rabu (13/7) pagi, perwakilan kelompok separatis di Moskow merilis foto di Telegram yang menampilkan utusan mereka, Olga Makeyeva, menerima surat pengakuan dari Duta Besar Korut Sin Hong Chol.

Donetsk dan Lugansk berada di wilayah yang kaya batu bara di timur Ukraina.

Wilayah itu telah dikuasai pasukan pro-Rusia sejak 2014, setelah Rusia menganeksasi Krimea.

Invasi Rusia kali ini disebut Moskow perlu dilakukan untuk melindungi kedua wilayah eparatis itu. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT