13 July 2022, 10:55 WIB

BBC Bongkar Kekejian Tentara Inggris Bunuh 54 Tahanan Afghanistan 


 Cahya Mulyana |

PASUKAN khusus Inggris (SAS) menghabisi nyawa tahahan Afganistan dengan cara sadis. Biasanya operasi senyap untuk membunuh atau menangkap target Taliban ini dilakukan SAS pada malam hari.

Temuan itu diungkap BBC. Hampir seluruh target SAS dihabisi saat tidak membawa senjata. Pembunuhan di luar hukum ini telah merenggut 54 nyawa anggota Taliban dalam kurun enam bulan.

SAS menggelar operasi ini karena gagal menyeret para korbannya ke muka hukum akibat minim bukti. Namun Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Inggris membantah temuan tersebut.

"Pasukan kami mengabdi dengan keberanian dan profesionalitas di Afghanistan," ungkap pernyataan Kemenhan Inggris membantahnya.

Menurut data yang dimiliki BBC, Jenderal Sri Mark Carleton-Smith yang sempat menjabat Komandan SAS enggan memberikan informasi soal pembunuhan di luar hukum.

Padahal polisi militer Inggris telah berulang kali memintanya untuk landasan penyelidikan dugaan tersebut.

Baca juga: Afghanistan Harapkan Bantuan Kemanusiaan dari Dunia Internasional

Kepala Staf Angkatan Darat Inggris Jenderal Carleton-Smith, sebelum mundur bulan lalu, menolak berkomentar atas temuan ini.

Tetapi BBC menemukan ratusan halaman dengan judul operasi SAS di Afghanistan.

Isinya sangat mencengangkan karena dipenuhi daftar nama korban pembunuhan sadis oleh SAS. Termasuk laporan menyangkut lebih dari satu lusin penyerbuan dengan judul bunuh atau tangkap yang dilakukan oleh salah satu unit SAS di Helmand pada 2010 hingga 2011.

Salah satu sumber menyebutkan SAS membunuh orang tidak bersenjata selama penyerbuan yang selalu dilakukan malam hari.

Dia juga melihat para tentara meletakkan senjata AK-47 di samping korban.

Modus ini bertujuan untuk memfitnah korban melakukan penyerangan kepada SAS.

Beberapa orang yang pernah bertugas di pasukan khusus Inggris mengatakan bahwa antaranggota SAS bersaing untuk mendapatkan apresiasi.

Caranya dengan membunuh sebanyak mungkin target yang ditetapkan SAS. Surat elektronik internal menunjukkan para perwira tinggi pasukan khusus menyadarinya namun tidak melaporkan kepada polisi militer.

Kementerian Pertahanan Inggris pun enggan mengomentari temuan itu. Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan pasukan Inggris bertugas dengan keberanian dan profesionalitas di Afghanistan dan memegang standar tertinggi.

Pola pembunuhan yang dicurigai

Pada 2019, BBC dan Sunday Times, menyelidiki satu serangan SAS yang berujung pada pengadilan dan perintah kepada menteri pertahanan Inggris untuk mengungkap dokumen pemerintah terkait penanganan kasus itu.

Seorang perwira tinggi yang bekerja di markas pasukan khusus Inggris mengaku miris dengan cara-cara yang dilakukan SAS.

"Terlalu banyak orang yang dibunuh dalam penyerbuan malam dengan tuduhan yang tidak masuk akal," katanya.

"Begitu ada yang ditahan, mereka seharusnya tidak berakhir meninggal. Karena itu terjadi berulang kali, kejadian itu menimbulkan keprihatinan di markas besar. Saat itu, jelas, ada pihak yang merasa bersalah," paparnya.

BBC mengunjungi beberapa rumah yang diserbu pasukan SAS pada 2010-2011. Di salah satu rumah, di desa kecil Nad Ali, Helmand, terdapat rumah yang pernah ditempati sembilan pria Afghanistan termasuk seorang remaja yang dibunuh pada pagi hari 7 Februari 2011.

Saat kejadian, terdapat pasukan yang mengeluarkan banyak peluru dari helikopter dengan menargetkan rumah tersebut. Hanya tiga AK-47 yang ditemukan.

Menurut SAS cara itu satu dari enam pola penyerbuan yang dilakukan pasukan itu.

Dalam kejadian ini jumlah pasukan musuh yang mereka laporkan lebih sedikit dibandingkan jumlah orang yang ditembak.

Di dalam rumah itu ada lubang bekas tembakan di satu sisi tembok. BBC menunjukkan foto bekas tembakan ke pakar balistik yang mengatakan lubang-lubang berjejer menunjukkan sejumlah tembakan disarahkan dari atas dan tidak menunjukkan adanya saling tembak.

Leigh Neville, pakar senjata yang sering dikontak SAS mengatakan pola bekas tembakan itu menunjukkan sasaran berada di lantai, duduk atau jongkok di dekat tembok. Posisi-posisi tersebut sangat aneh bila disebutkan target SAS melepaskan tembakan.

Pakar balistik yang mengkaji foto-foto di tempat lain juga mengatakan lubang bekas peluru menunjukkan pola eksekusi dan bukan saling serang.

Pada 2014, polisi militer meluncurkan Operation Northmoor untuk penyelidikan 600 dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan Inggris di Afghanistan, termasuk sejumlah pembunuhan oleh SAS.

Namun penyidik polisi militer mengatakan kepada BBC bahwa mereka dihalangi oleh militer Inggris untuk mengumpulkan bukti.

Operasi Northmoor dihentikan pada 2017 dan akhirnya ditutup pada 2019. Kementerian Pertahanan Inggris mengklaim penghentian operasi ini karena tidak ada bukti pidana yang ditemukan.

Anggota tim investigasi operasi ini mengatakan kepada BBC bahwa pernyataan kementerian tersebut berbanding terbalik dengan fakta yang ditemukan. (BBC/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT