11 July 2022, 13:50 WIB

Korut Terprovokasi Keberadaan Jet Canggih AS di Korsel


Cahya Mulyana |

KOREA Utara (Korut) berang dengan keputusan Amerika Serikat (AS) yang menempatkan jet canggih dalam latihan bersama dengan Korea Selatan (Korsel). Pyongyang pun menggelar latihan penembakan artileri.

Hal itu dipaparkan Kantor Staf Gabungan Korsel. Seoul mendeteksi beberapa lintasan artileri Korut pada Minggu (10/7).

“Militer kami (Korsel) melihat lintasan penerbangan yang diduga sebagai beberapa peluncur roket Korea Utara dari sekitar 18:21 hingga 18:37 hari ini,” kata pernyataan itu.

“Militer kami telah memperkuat pengawasan dan kewaspadaan, dan mempertahankan postur kesiapan menyeluruh sambil menjaga kerja sama erat AS-Korsel,” tambah pernyataan itu.

Kantor Kepresidenan Korsel menambahkan peluncuran artileri diduga berada di lepas pantai barat Korut. Penasihat Keamanan Nasional Kim Sung-han memantau dengan cermat kemungkinan peluncuran artileri lanjutan oleh Korut.

Tahun ini, Korut telah melakukan sejumlah uji coba senjata, termasuk rudal berkemampuan nuklir diklaim mampu mencapai daratan AS dan sekutunya, termasuk Korsel dan Jepang. Para pejabat Washington dan Seoul juga telah memperingatkan bahwa Pyongyang akan menguji coba nuklir untuk kali ketujuh.

Menteri Pertahanan Korsel Lee Jong-sup mengatakan Seoul akan memperkuat kemampuan pertahanan juga kerja sama keamanannya dengan Washington dan Tokyo untuk melawan ancaman nuklir dari Pyongyang.

Beberapa ahli mengatakan Korut sedang berusaha untuk menyempurnakan teknologi senjatanya dan meningkatkan daya tawarnya dalam negosiasi masa depan dengan AS. Pyongyang meminta keringanan sanksi atau jaminan keamanan.

Pekan lalu, enam pesawat F-35 AS dari Pangkalan Angkatan Udara Eielson di Alaska tiba di Korsel untuk ditempatkan di Korsel.

Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan pengerahan itu bertujuan untuk menunjukkan postur pertahanan gabungan sekutu dan pencegahan agresi militer oleh Korut.

AS mengatakan seluruh pesawat tersebut untuk latihan bersama dengan Korsel selama 10 hari. AS dan Korsel telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menyerang Korut.

Korut mengatakan pihaknya terpaksa mengembangkan senjata nuklir untuk mengatasi ancaman militer AS. Terlepas dari uji coba rudal awal tahun ini, Korut belum melakukan uji coba bom nuklir lagi karena terganggu pandemi covid-19. (Aljazeera/OL-13)

Baca Juga:  Menlu Liz Truss Serius Calonkan Jadi PM Inggris

BERITA TERKAIT