07 July 2022, 23:31 WIB

Inggris dan Amerika Waspadai Serangan Spionase Tiongkok


Cahya Mulyana |

KEPALA MI5 dan FBI memperingatkan negara-negara Barat terhadap potensi spionase Tiongkok. Intelijen Tiongkok sangat istimewa dari negara lain karena lebih jeli dan sabar dalam menggali informasi.

Hal itu dipaparkan Direktur Jenderal MI5 Ken McCallum dan Direktur FBI Chris Wray di hadapan sejumlah pejabat dan eksekutif bisnis di Thames House, London, Inggris.

McCallum mengatakan mata-mata Tiongkok merupakan ancaman yang paling berbahaya. Intelijen Tiongkok berkembang pesat dibandingkan dengan mata-mata negara lain.

Ia mengatakan MI5 sebagai dinas intelijen Inggris telah memutuskan untuk mencegah dan menargetkan intelijen Tiongkok. "Hari ini kami menjalankan investigasi tujuh kali lebih banyak dari tahun 2018," katanya.

Menurut dia Inggris telah memasukan intelijen Tiongkok dalam daftar ancaman nyata selain Rusia dan Iran. Intelijen Tiongkok menggunakan strategi yang lambat dan sabar untuk mencapai sasaran.

"Perang intelijen terkhusus dalam penguasaan teknologi sedang terjadi di tanah Inggris sekarang," katanya.

Direktur FBI Chris Wray menambah bahwa mata-mata Tiongkok sangat nyata. Tiongkok "bersiap untuk mencuri teknologi Anda, apa pun yang membuat industri Anda bergerak, dan menggunakannya untuk melemahkan bisnis Anda dan mendominasi pasar Anda," kata Wray.

Keduanya juga memperingatkan bahwa invasi Tiongkok ke Taiwan dapat menjadi gangguan besar-besaran terhadap perdagangan dan industri global. Mereka mendesak pelaku bisnis untuk tetap mewaspadai dan melaporkan setiap kali mendapatkan ancaman.

"Partai Komunis Tiongkok tertarik pada sistem demokrasi, media, dan hukum kami. Sayangnya, mereka tidak untuk meniru tetapi menggunakannya untuk keuntungannya," kata McCallum. (OL-8)

BERITA TERKAIT