07 July 2022, 21:23 WIB

Boris Johnson Awali Kariernya Sebagai Jurnalis


Cahya Mulyana |

KETUA Partai Konservatif Boris Johnson akan mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya. Pada musim gugur atau sekitar Oktober, posisinya sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris juga akan dilepaskan.

Keputusan itu diambil Johnson, karena sudah ditinggalkan kekuatan politiknya di parlemen, partai hingga pemerintahan. Sejumlah menterinya juga telah mengundurkan diri, dengan alasan Johnson tidak layak jadi pemimpin akibat sejumlah skandal.

Adapun Johnson mengawali kariernya sebagai koresponden pada 1989, setelah lulus dari Eton College dan Balliol College, Oxford, jurusan Literae Humaniores. Pria kelahiran 19 Juni 1964 meneruskan kariernya sebagai penulis berita di The Times.

Baca juga: Boris Johnson Mundur Usai Didahului 50 Lebih Menteri

Kemudian, naik sebagai assisten editor di The Daily Telegraph. Pemilik nama lengkap Alexander Boris de Pfeffel Johnson itu pada 1999 diangkat menjadi editor, setelah pindah ke The Spectator.

Johnson lalu memasuki kancah politik setelah terpilih sebagai anggota House of Commons pada 2001. Setelahnya, pengaruh Johnson semakin kuat di Partai Konservatif, hingga mengantarkannya menjadi Menteri Kesenian di bawah PM Michael Howard.

Baca juga: Ini Sederet Kasus yang Menjerat Boris Johnson

Dengan jabatan baru itu, Johnson memutuskan untuk melepaskan dunia jurnalistik dengan mengundurkan dir sebagai editor. Empat tahun berselang, Johnson dipercaya sebagai Menteri Pendidikan Tinggi Inggris.

Karier politiknya pun kian melesat, sehingga dipercaya menjabat Wali Kota London pada 2008. Mundur dari parlemen Inggris, Johnson kembali menjabat sebagai Wali Kota London peridode kedua pada 2012.

Puncak kariernya terjadi pada 2019 dalam sebuah pemilihan pemimpin Partai Konservatif. Dia ditunjuk menjadi PM Inggris pada 23 Juli 2019. Tiga tahun berselang, Johnson akan mengundurkan diri dari partai yang membesarkannya dan juga posisi PM Inggris.(Britannica/OL-11)
 

BERITA TERKAIT