06 July 2022, 07:30 WIB

Tidak Mau Produknya Dijual di Permukiman Israel, Ben & Jerry Gugat Unilever


Basuki Eka Purnama |

PRODUSEN es krim asal Amerika Serikat (AS) Ben & Jerry, Selasa (5/7), menggugat perusahaan induk mereka Unilever untuk menghentikan penjualan produk es krim itu ke permukiman Israel di Tepi Barat dengan alasan hal itu bertentangan dengan nilai-nilai mereka.

Ben & Jerry, yang terkenal karena sikap politik mereka, mengambil langkah yang tidak biasa dengan menggugat Unilever, setelah perusahaan yang bermarkas di London itu, pekan lalu, mengumumkan telah menjuual saham di perusahaan es krim itu ke pengusaha Israel Avi Zinger.

"Gugatan ini dilakukan untuk melindungi merek dan integritas sosial yang telah dibangun selama puluhan tahun oleh Ben & Jerry," ujar perusahaan es krim itu dalam gugatan di pengadilan AS.

Baca juga: Ben & Jerry Putuskan Berhenti Jualan Es Krim di Permukiman Israel di Palestina

"Keputusan Unilever dibuat tanpa persetujuan Dewan Independen Ben & Jerry dan bertentangan dengan kesepakatan merger bahwa dewan independen itu memiliki kemampuan untuk melindungi nilai dan reputasi perusahaan," lanjut perusahaan itu.

Juli tahun lalu, Ben & Jerry mengumumkan tidak akan lagi menjual produk mereka di wilayah permukiman Israel di wilayah Palestina dengan mengatakan hal itu bertentangan dengan nilai yang mereka anut.

Namun, Zinger terus memperoduksi es krim itu di pabrik miliknya di Tel Aviv dan menjualnya di permukiman Israel, bertentangan dengan keinginan Ben & Jerry.

Ratusan ribu warga Yahudi tinggal di Tepi Barat dan Jerusalem Timur dalam komunitas yang dipandang ilegal oleh aturan internasional.

Palestina memuji keputusan Ben & Jerry karena mereka menginginkan Israel diboikot dan disanksi karena dianggap melanggar HAM warga Palestina.

Didirikan di AS pada 1978, Ben & Jerry terkenal karena memperjuangkan berbagai hal mulai dari lingkungan hidup dan hak asasi manusia. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT