05 July 2022, 14:07 WIB

Zelensky Apresiasi Uni Eropa yang Siap Bantu Pemulihan Negaranya 


Cahya Mulyana |

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky meminta dunia turut bertanggung jawab terhadap pemulihan negaranya. Dampak perang menuntut Ukraina untuk mendapatkan dana segar senilai USD750 miliar untuk merekonstruksi fasilitas umum dan ekonomi.

Berbicara melalui tautan video di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemulihan Ukraina di Lugano, Swiss, yang dihadiri oleh banyak politisi senior Ukraina, Presiden Swiss Ignazio Cassis hingga Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Zelensky mengakui tugas ke depan negaranya meliputi pemulihan fisik dan non-fisik.

Selain membangun kembali fasilitas umum, Ukraina juga membutuhkan pembangunan kembali nilai-nilai kebudayaan yang porak-poranda akibat intervensi Rusia.

Dia menambahkan proses pemulihan yang dipimpin oleh dewan pemulihan nasional Ukraina akan memungkinkan negaranya untuk memperdalam hubungan dengan Eropa.

Pembangunan pertama dengan memperbaiki sebuah sekolah yang dihancurkan Rusia di Kharkiv.

Baca juga: Rusia Kuasai Lysychansk

Zelensky mengapresiasi dukungan Eropa dan organisasi donor yang menyatakan kesediaan untuk membantu pemulihan Ukraina.

Namun terdapat perbedaan pandangan mengenai sektor yang harus dipulihkan pertama.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan kerugian infrastruktur Ukraina senilai USD100 miliar.

Perhitungan ini berasal dari kehancuran lebih dari 1.200 lembaga pendidikan, 200 rumah sakit dan ribuan kilometer jaringan pipa gas, jaringan air dan listrik, jalan dan rel kereta.

Dia mengatakan warga Ukraina telah melaporkan kerugian yang diakomodir secara khusus untuk kebutuhan rekonstruksi. Sejauh ini sudah terdapat 200ribu laporan.

Denys juga menyatakan pemulihan negaranya akan dilakukan tiga fase dengan kebutuhan anggaran USD750 miliar. Sebanyak 30% biaya itu akan diserap dari investasi sektor swasta.

"Pihak berwenang Rusia melepaskan perang berdarah ini dan menyebabkan kehancuran besar-besaran ini, dan harus bertanggung jawab atas itu," katanya.

Menurut Denys tahap pertama pemulihan akan menyasar fasilitas umum seperti jaringan dan pasokan air, rumah sakit, sekolah hingga jembatan.

Pembangunan ini dijadwalkan berlangsung dua tahun ke depan atau hingga 2025.

Pemulihan fase kedua dimulai 2026 hingga 2032 untuk menata kembali ekosistem ekonomi. Tahap terakhir mempersiapkan Ukraina untuk memenuhi seluruh persyaratan menjadi anggota Uni Eropa seperti pertumbuhan ekonomi 7%.

Ketiga fase tersebut dirancang oleh 2.000 ahli selama enam minggu, kata dia, untuk menjelaskan kepada seluruh pemodal dan negara donor.

"Tapi begitulah pukulan bagi ekonomi Ukraina sehingga Kyiv membutuhkan USD30 miliar lagi untuk tetap bertahan antara sekarang dan Desember," katanya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyoroti perlunya reformasi dan transparansi oleh pemerintah Ukraina. Tujuannya untuk memastikan korupsi tidak merusak integritas program rekonstruksi.

"Kami belum pernah melakukannya pada skala bersar seperti ini sebelumnya," katanya.

Ia menambahkan bahwa para donor perlu tahu bahwa uang mereka tidak hanya untuk tujuan yang baik "tetapi juga akan dibelanjakan secara efisien dan efektif dengan dampak maksimal bagi rakyat Ukraina," tegasnya.

Istri Presiden Ukraina Olena Zelenska mengatakan rekonstruksi kebudayaan sama pentingnya dengan rekonstruksi fisik. Ukraina juga harus memulangkan rakyatnya dari pengungsian.

Ukraina memiliki delapan juta pengungsi lokal dan enam juta lainnya di luar negeri. Seluruhnya harus dipastikan kembali ke kampung halaman untuk dapat melanjutkan kehidupan mereka.(The Guardian/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT