05 July 2022, 12:36 WIB

Italia Alami Kekeringan Terburuk dalam 70 Tahun Terakhir


Cahya Mulyana |

Pemerintah Italia mengumumkan keadaan darurat di lima wilayah yakni Friuli-Romagna, Friuli-Venezia Giulia, Lombardy, Piedmont dan Veneto hingga 31 Desember. Italia juga menyatakan akan menggelontorkan €36,5 juta untuk mengatasi dampaknya.

Pengumuman itu muncul sehari setelah kematian tujuh orang karena tertimbun gletser di Pegunungan Alpen. Perdana Menteri Italia Mario Draghi menegaskan seluruh fenomena yang dialami negaranya murni dampak nyata pemanasan global.

Negara itu juga menghadapi gelombang panas yang luar biasa dan kekurangan curah hujan, khususnya di Lembah Po yang menjadi pusat pertanian Italia. Kekeringan ini menjadi yang terburuk dalam 70 tahun terakhir.

Kebijakan darurat diambil karena memberikan pemerintah Italia ruang yang lebih leluasa untuk mengeluarkan dana penanggulangan. Dana itu untuk membantu menjamin keselamatan publik, kompensasi atas kerugian pertanian, dan pemulihan pascakekeringan.

Menurut serikat pertanian terbesar di negara itu, Coldiretti, kekeringan mengancam lebih dari 30% produksi pertanian nasional, dan setengah dari pertanian di Lembah Po, tempat ham Parma diproduksi.

Danau Maggiore dan Garda mengering padahal menjadi sumber air untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian Italia melalui Sungai Tiber. Beberapa pemerintah kota telah meminta warganya mengurangi konsumsi air bersih.

Misalnya, Verona, sebuah kota berpenduduk seperempat juta orang, telah mengeluarkan pembatasan penggunaan air minum. Kemudian Milan telah mengumumkan penutupan air mancur dekoratifnya.

Dampak kekeringan juga menurunkan daya pembangkit listrik tenaga air yang mengisi hampir 20% kebutuhan energi Italia. (France24/OL-12)

 

BERITA TERKAIT