01 July 2022, 16:52 WIB

Konferensi Ulama Muslim di Malaysia Usulkan Pembentukan Majelis Ulama Asia Tenggara


Mediaindonesia.com |

PEMERINTAH Malaysia melalui Kementerian Agama Malaysia bekerja sama dengan Liga Muslim Dunia menggelar konferensi Ulama Muslim Asia Tenggara dan Dunia di Kuala Lumpur pekan lalu

konferensi itu dihadiri Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri bin Yaakob, Menteri Agama Malaysia Datuk Haji Idris bin Haji Ahmad, Sekjen Liga Muslim Dunia Syaikh Dr Muhammad bin Abdul Karim Al Issa, serta ulama, mufti, dan cendekiawan Muslim se-Asia Tenggara. 

Adapun untuk peserta yang hadir berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapore, Filipina, Thailand, Kamboja, Maldive, Banglades, India, Pakistan, Srilangka, Nepal, China, Jepang, Australia. 

Indonesia mengirim delegasinya dalam Konferensi Ulama Asia Tenggara dan Dunia diantaranya yakni Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo,  Habib Jindan bin Novel, Wakil Sekjen DMI/Pimpinan Pondok Modern Tazakka Anizar Masyhadi, Ahmad Fahrur Rozi dari MUI dan PBNU, Ketua BKPRMI Said Al-Idrus, serta Direktur Program DMI Buyung Wijaya dan Muhammad Faros. 

Dalam sambutannya Sekjen Liga Muslim Dunia Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa mengapresiasi Pemerintah Malaysia atas prakarsanya dalam pelaksanaan Konferensi Ulama Asia Tenggara. 

Dirinya bahkan semua yang hadir dinilai bangga dengan adanya pertemuan luar biasa yang menyatukan para ulama, di negara-negara yang memiliki kepentingan dan bobot di peta dunia Islam dan dunia pada umumnya yaitu negara-negara Asia Tenggara.

"Kami senang bahwa konferensi ini menjadi awal yang baik bagi sebuah majelis permanen yang para ulamanya akan bertemu dari waktu ke waktu di bawah payung global umat Islam yaitu Liga Muslim Dunia," katanya.

Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa menjelaskan, kehidupan di dunia yang penuh dengan kemajemukan harus didasari saling menghormati dan toleransi. 

"Allah telah menciptakan manusia bersuku suku dan berbangsa-bangsa, maka kemajemukan yang ada di dunia ini harus dijaga sehingga tercipta kehidupan didunia yang penuh dengan kedamaian,” katanya.

Syaikh Muhammad menegaskan keragaman manusia dan perbedaannya, terutama agama mereka, adalah takdir ilahi yang ditetapkan berdasarkan hikmah Sang Pencipta, 

"Selama perbedaan agama dan etnis adalah masalah universal yang tidak dapat dinihilkan, maka setidaknya yang harus dilakukan setiap orang untuk memastikan koeksistensi yang 'aman dan adil' adalah dengan mencegah perbedaan berubah menjadi kebencian dan permusuhan terhadap yang layak," katanya. 

Baca juga : Qatar Bantu Militer Libanon yang Butuh Dana US$60 Juta

Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa juga meminta agar Konferensi Ulama Asia Tenggara dan Dunia ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan langkah-langkah strategis dalam persatuan ulama Islam dunia dibawah naungan Liga Muslim Dunia. 

"Pertemuan ulama ummat Islam pada satu tingkatan dan level yang sama adalah kebutuhan mendesak untuk mengatasi masalah-masalah besar," katanya. 

Menurutnya, Liga Muslim Dunia selalu dengan senang hati mendukung konferensi apa pun yang menyatukan suara ulama ummat Islam, terutama pada permasalahan-permasalahan utama ummat. 

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri Bin Yaqoub, berterima kasih pada Liga Muslim Dunia atas penyelenggaraan konferensi ini di bawah syi’ar Persatuan 

"Saya bangga bahwa Malaysia dipilih untuk menjadi tuan rumah konferensi ini oleh Liga Muslim Dunia. Hal ini tentu merupakan pengakuan terhadap negara kita, dan menyoroti Islam sebagai agama harmoni, aman dan makmur dalam multi-etnis dan multi-agama. Perwakilan dari luar negeri, khususnya para Ulama Muslim yang menghadiri konferensi ini," katanya. 

Sementara itu, delegasi indonesia yakni Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo menjelaskan, Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, dengan jumlah umat Islam seluruhnya di dunia, yakni sekitar 2 miliar. 

“Seharusnya umat Islam menyiapkan diri untuk menghadapi tatanan dunia baru, menciptakan iptek yang semakin maju, membangkitkan ekonomi keumatan, dan mengembangkan gerakan zakat dan wakaf untuk membangun kembali peradaban Islam di dunia yang pernah berjaya di muka bumi,” jelas Syafruddin Kambo. 

Liga Muslim Dunia dibawah kepemimpinan Sekjennya Syaikh Muhammad Abdul Karim Al Issa terus mengkampanyekan Wasatiiyat Islam dan perdamaian ke seluruh dunia. 

Perlu diketahui bahwa dalam Konferensi tersebut mengapresiasi persetujuan Perdana Menteri Malaysia untuk membentuk Majelis Ulama Asia Tenggara di Kuala Lumpur di bawah payung Liga Muslim Dunia. 

Para peserta konferensi juga merekomendasikan untuk memperkuat persatuan ummat dengan berpegang teguh pada aqidah Ahlussunnah wal Jamaa’ah untuk memastikan bahwa ajaran Islam sampai kepada masyarakat dengan cara dan pendekatan yang benar.

Konferensi juga menekankan bahwa perbedaan-perbedaan yang terjadi di antara ummat islam harus dihentikan, dan ummat Islam harus memainkan peran yang lebih efektif serta berkomitmen kepada persaudaraan Islam dan saling bersolidaritas untuk membangun ‘Khairu Ummah’. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT