30 June 2022, 09:09 WIB

Putin Tuduh NATO Ambil Untung dari Konflik di Ukraina


Cahya Mulyana |

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengutuk NATO karena melakukan hegemoni kekuasaan dengan memanfaatkan konflik di Ukraina. Pemimpin Rusia itu akan melakukan aksi serupa jika NATO mempersenjatai Finlandia dan Swedia.

Putin membuat komentarnya sehari setelah Turki mencabut hak vetonya atas tawaran Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan aliansi yang saling melindungi secara militer ini. Bergabungnya Helsinki dan Stockholm dengan NATO menandai salah satu perubahan terbesar dalam keamanan Eropa dalam beberapa dekade.

“Dengan Swedia dan Finlandia, kami tidak memiliki masalah yang kami miliki dengan Ukraina. Mereka ingin bergabung dengan NATO, silakan," kata Putin kepada televisi pemerintah Rusia setelah pembicaraan dengan para pemimpin regional di negara bagian Turkmenistan, bekas Soviet di Asia tengah.

“Tetapi mereka harus memahami bahwa tidak ada ancaman sebelumnya, sementara sekarang, jika kontingen militer dan infrastruktur dikerahkan di sana, kita harus merespons dengan baik dan menciptakan ancaman yang sama untuk wilayah dari mana ancaman terhadap kita diciptakan,” paparnya.

Baca juga:  Jokowi Tawarkan Sampaikan Pesan Zelensky untuk Putin

Putin mengatakan hubungan Moskow dengan Helsinki dan Stockholm dipastikan akan memburuk karena status baru kedua negara di NATO. 

“Semuanya baik-baik saja di antara kami, tetapi sekarang mungkin ada beberapa ketegangan, pasti akan ada,” ucap Putin.

"Itu tidak bisa dihindari jika ada ancaman bagi kita," tegasnya.

Menghancurkan Perdamaian di Eropa

Putin juga membantah pasukan Moskow bertanggung jawab atas serangan rudal di pusat perbelanjaan yang ramai di kota Kremenchuk, Ukraina, awal pekan ini. Sekitar 18 orang tewas dan banyak yang masih hilang di reruntuhan.

“Tentara kami tidak menyerang situs infrastruktur sipil mana pun. Kami memiliki setiap kemampuan untuk mengetahui apa yang terletak di mana,” jelas Putin pada konferensi pers di ibu kota Turkmenistan, Ashgabat.

“Saya yakin kali ini, semuanya dilakukan dengan cara yang tepat ini,” tukasnya.

Ukraina menuduh Rusia menargetkan pusat perbelanjaan dan pembeli sipil. Putin membuat komentarnya ketika NATO memberi cap Rusia sebagai ancaman langsung terbesar bagi keamanan Barat setelah invasinya ke Ukraina.

Aliansi militer NATO juga menyetujui rencana untuk memodernisasi angkatan bersenjata Kyiv.

"Perang yang dilancarkan Putin di Ukraina telah menghancurkan perdamaian di Eropa dan telah menciptakan krisis keamanan terbesar di Eropa sejak perang dunia kedua," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam konferensi pers.

“NATO telah merespons dengan kekuatan dan persatuan,” imbuhnya.

Sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan memperkuat angkatan darat, laut dan udara di seluruh Eropa, termasuk markas tentara permanen berikut serdadunya di Polandia. Pejabat tinggi intelijen AS Avril Haines mengatakan skenario jangka pendek yang paling mungkin untuk dilakukan menganggu keamanan di Ukraina. Namun itu tanpa penguasaan penuh atau sebagian besar wilayah Ukraina.(Aljazeera/OL-5)

BERITA TERKAIT