29 June 2022, 09:24 WIB

Korea Utara Sebut AS Berniat Bentuk NATO Versi Asia


Cahya Mulyana |

LATIHAN militer bersama antara Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan Jepang disebut Korea Utara (Korut) sebagai bagian dari tujuan jahat bagi negaranya.

Pyongyang menilai Washington berniat membentuk NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) versi Asia yang memperkeruh keamanan dan politik kawasan.

Hal itu diungkap kantor berita Korut KCNA sebelum pemimpin Korea Selatan dan Jepang menghadiri KTT tahunan NATO di Madrid sebagai pengamat untuk pertama kalinya.

Para pejabat dari Seoul dan Tokyo akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di KTT tersebut untuk membahas Korea Utara, pertemuan puncak trilateral pertama sejak 2017.

Ketiga negara juga akan melakukan latihan deteksi dan pelacakan misil gabungan di dekat Hawaii pada Agustus yang disebut Pacific Dragon.

“AS semakin bersikeras pada kerja sama militer dengan antek-anteknya dengan mengabaikan permintaan keamanan utama dan kekhawatiran negara-negara Asia-Pasifik,” kata KCNA.

Baca juga: Kim Jong-un Perkuat Pengembangan Nuklir dan Pasukan Khusus

“Skema pembentukan aliansi militer AS-Jepang-Korea Selatan, yang dimotivasi oleh sujud Jepang dan Korea Selatan kepada AS, jelas merupakan awal yang berbahaya bagi pembentukan NATO versi Asia,” kata KCNA.

Korut menuduh Washington mengobarkan perang dingin baru. KCNA mengungkap komentar terpisah dari Kim Hyo-myung, seorang peneliti internasional untuk Penelitian Politik Korea Utara, yang mengatakan NATO bertanggung jawab atas perang di Ukraina .

Kim Hyo-myung juga mengatakan,"Tanda-tanda buruk bahwa cepat atau lambat gelombang hitam di Atlantik Utara akan memecahkan ketenangan di Pasifik”.

“NATO tidak lebih dari pelayan realisasi strategi hegemoni AS dan alat agresi lokal,” tulis Kim.

Dalam pernyataan serupa selama akhir pekan, kementerian luar negeri Korut mengatakan latihan militer bersama dengan Korea Selatan dan Jepang menunjukkan kemunafikan tawaran AS untuk keterlibatan diplomatik dan dialog tanpa syarat.

Korut telah melakukan sejumlah rekor uji coba rudal tahun ini, termasuk rudal balistik antarbenua terbesarnya, dan ada kekhawatiran bahwa Korut dapat bersiap untuk menguji senjata nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.

Korea Selatan dan Jepang adalah sekutu AS, tetapi hubungan mereka satu sama lain telah tegang oleh ketegangan historis atas pendudukan Jepang atas Korea dari tahun 1910-1945.

Washington telah mendorong Seoul dan Tokyo untuk lebih bekerja sama dalam menghadapi ancaman dari Korut serta untuk melawan meningkatnya pengaruh Tiongkok. (Aljazeera/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT