25 June 2022, 18:22 WIB

Hadapi Krisis Global, PBB Siapkan Dana Rp311 Miliar


Insi Nantika Jelita |

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengidentifikasi 94 negara atau sekitar 1,2 miliar orang, yang mengalami dampak krisis pangan, energi dan keuangan akibat konflik Rusia-Ukraina.

Dari keterangan resmi Kemenko Bidang Perekonomian, Sabtu (25/6), disebutkan bahwa PBB tengah mengelola dana sebesar US$21 juta, atau sekitar Rp311 miliar lebih untuk pembiayaan ke depan.

Setidaknya, 70 negara yang telah mengajukan proposal bantuan, dengan 69 negara di antaranya telah disetujui senilai US$17 juta.

"Saat ini krisis global masih mendominasi berita utama di seluruh dunia, yang disebabkan oleh konflik Rusia-Ukraina," ujar Deputi Sekretaris Jenderal PBB Amina J. Mohammed.

Baca juga: Bangkrut, Sri Lanka Izinkan Wanita Muda Bekerja di Luar Negeri

Pihaknya menggarisbawahi bahwa sulit untuk menemukan solusi efektif, khususnya krisis pangan dunia, tanpa paket kebijakan terintegrasi. Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso selaku Sherpa Global Crisis Response Group (GCRG) on Food, Energy and Finance, hadir dalam pertemuan Steering Committee Meeting secara virtual.

Pertemuan dipimpin oleh Deputi Sekretaris Jenderal PBB Amina J. Mohammed, yang membahas implementasi dari Rekomendasi dari Brief No. 2 GCRG. Di antaranya, upaya untuk stabilisasi pasar global, mengatasi ketidakpastian harga komoditas.

PBB telah memobilisasi country team dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO untuk memimpin proposal pendanaan, yang didukung oleh United Nations Development Programe (UNDP), UNICEF dan 22 Lembaga lainnya.

Baca juga: Akademisi UGM: Tanda-Tanda Ancaman Krisis Pangan Kian Nyata

“Kami telah mengajukan proposal kepada G20 Finance Minister untuk mendukung IMF terkait program Food Import Financing Facility (FIFF),” jelas Dirjen FAO Dong You.

Sementara itu, John Denton Sekjen International Chamber of Commerce, menyarankan agar PBB mengeluarkan resolusi untuk membuka akses Laut Hitam terhadap arus komoditas pangan dan energi. Hal ini dapat didukung oleh negara G7.

Muhammad Al Jasser, Presiden IsDB (Islamic Development Bank), menyampaikan bahwa OPEC Fund telah menyelenggarakan pertemuan di Vienna dengan institusi regional, termasuk Arab Coordination Group. Mereka berkomitmen atas paket proyek US$10 miliar sebagai bantuan.(OL-11)

BERITA TERKAIT