22 June 2022, 20:41 WIB

Daftar Gempa paling Mematikan di Afghanistan


Mediaindonesia.com |

GEMPA yang menewaskan sedikitnya 1.000 orang di Afghanistan timur dan melukai ratusan lain merupakan yang paling mematikan di negara itu dalam hampir seperempat abad.

Berikut ini daftar gempa lain baru-baru ini di salah satu negara termiskin di dunia itu.

1991: Getaran hingga ke India 

Pada 1 Februari 1991, gempa berkekuatan 6,9 mengguncang Afghanistan dan timur laut negara tetangga Pakistan.
Getaran juga terasa di India utara dan Tajikistan. Setidaknya 1.500 orang tewas, menurut pihak berwenang Afghanistan.

1998: Dua gempa 

Pada 1998, negara ini diguncang oleh dua gempa besar. Yang pertama pada 4 Februari 1998 berpusat di provinsi timur laut Takhar. Sekitar 4.500 orang tewas dan ribuan kehilangan tempat tinggal. Gempa itu berkekuatan 5,9, menurut Survei Geologi AS.

Yang kedua, berkekuatan 6,6, juga menghantam Takhar bersama dengan provinsi Badakhshan di timur laut jauh pada 30 Mei. Ini menyebabkan sekitar 5.000 orang tewas, 1.500 terluka, dan menghancurkan beberapa desa.

2002: Bukit Hindu Kush 

Pada 3 Maret 2020, gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang bagian utara negara itu. Gempa menewaskan antara 70 dan 150 orang di provinsi Samangan.

Baca juga: Sedikitnya 1.000 Tewas akibat Gempa Afghanistan, PBB dan UE Siapkan Bantuan

Pada 25 Maret, gempa yang lebih kecil menewaskan lebih dari 800 orang dan menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal di provinsi Baghlan di kaki pegunungan Hindu Kush. Kota Nahrin, yang berpenduduk 20.000 orang, hancur total.

2012: Tertimbun tanah longsor 

Pada 11 Juni 2012, tiga gempa berkekuatan 5,2 hingga 5,7 SR menyebabkan 75 orang tewas dan menghancurkan sejumlah rumah di provinsi Baghlan. Semua kecuali empat korban tewas berada di desa Mullah Jan yang tertimbun tanah longsor.

2015: Gempa terbesar 

Pada 26 Oktober 2015, gempa terbesar dalam beberapa dekade dengan kekuatan 7,5 mengguncang wilayah Hindu Kush yang melintasi perbatasan Afghanistan-Pakistan. Sedikitnya 380 orang tewas di kedua negara tersebut. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT