22 June 2022, 09:43 WIB

Hujan Terderas, Ratusan Ribu Orang Dievakuasi di Tiongkok


Fetry Wuryasti |

Curah hujan tertinggi dalam beberapa dekade telah memicu banjir dan tanah longsor di Tiongkok selatan, memaksa evakuasi ratusan ribu orang, demikian media pemerintah, Xinhua, melaporkan.

Hujan deras telah membahayakan saluran air di dataran rendah lembah Sungai Pearl dalam beberapa hari terakhir, mengancam operasi manufaktur, pengiriman dan logistik pada saat rantai pasokan sudah tertekan karena kontrol ketat Covid-19 di Tiongkok, dilansir dari Channel News Asia, Selasa (21/6).

Curah hujan rata-rata di provinsi Guangdong, Fujian dan Guangxi antara awal Mei dan pertengahan Juni mencapai 621 mm, tertinggi sejak 1961, menurut Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok.

Foto-foto media pemerintah menunjukkan orang-orang berkerumun di tempat tidur kamp di sekolah yang diubah menjadi tempat penampungan sementara di kota Shaoguan, Guangdong, dan ratusan tenda didirikan di lapangan olahraga.

Di wilayah tetangga Guangxi, air berlumpur terlihat membanjiri daerah perkotaan dan penyelamat darurat terlihat mengevakuasi penduduk desa dengan perahu karet, menurut gambar media pemerintah.

Pihak berwenang Guangdong mengatakan pada hari Senin (20 Juni) bahwa lebih dari 200 ribu orang telah dievakuasi selama bencana, dan bahwa kerusakan sejauh ini diperkirakan mencapai 1,7 miliar yuan (US$254 juta).

Para pengungsi termasuk di antara hampir 480.000 orang yang terkena dampak hujan dan banjir. Pemerintah daerah Shaoguan mengeluarkan peringatan banjir merah, yakni tanda yang paling serius, pada Selasa pagi (21/6), setelah beberapa daerah pedesaan dan kota besar Foshan meningkatkan peringatan banjir mereka dalam beberapa hari terakhir.

Guangxi dilanda banjir terparah sejak 2005, media lokal melaporkan. Otoritas meteorologi mengatakan pada hari Senin bahwa 28 sungai Guangxi telah melampaui tingkat peringatan, dengan hujan berlanjut pada hari Selasa, (21/6).

Provinsi Jiangxi mengeluarkan peringatan merah untuk banjir pada hari Senin. Di Fujian, lebih dari 220.000 orang telah dievakuasi sejak awal bulan ini karena banjir, kata kantor berita resmi Tiongkok Xinhua, Senin.

Awal bulan ini, sedikitnya 21 orang tewas setelah banjir yang disebabkan oleh hujan deras di provinsi Hubei, Tiongkok tengah.

Bencana banjir di provinsi Henan, Tiongkok tengah, musim panas lalu menewaskan 398 orang dan menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari US$10 miliar. (OL-12)

BERITA TERKAIT