17 June 2022, 06:02 WIB

Mata Uang Swiss Melonjak Usai Penaikan Suku Bunga


Mediaindonesia.com |

Mata uang Franc Swiss melonjak terhadap dolar dan euro pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah bank sentral Swiss, Swiss National Bank (SNB) menyampaikan penaikan suku bunga yang mengejutkan, sementara pound Inggris naik setelah bank sentral Inggris (BoE) memberikan kenaikan suku bunganya sendiri.

SNB bergabung dengan bank-bank sentral lainnya dalam memperketat kebijakan moneter dalam kenaikan suku bunga pertama dalam 15 tahun, meningkatkan suku bunga acuannya menjadi -0,25 persen dari -0,75 persen yang telah diterapkan sejak 2015.

Langkah tersebut menempatkan franc Swiss pada kecepatan untuk lompatan harian terbesarnya terhadap euro sejak SNB melepaskan patokan mata uangnya pada tahun 2015, dengan mata uang bersama tersebut jatuh 1,9 persen menjadi 1,019 franc, level terendah 2 bulan.

Dolar AS jatuh 3,1 persen terhadap franc, dengan laju penurunan satu hari terbesar dalam sekitar 6,5 tahun.

"Selalu ada ruang untuk kejutan dari SNB, tapi saya pikir sebagian besar pedagang mata uang tidak mengantisipasi tindakan agresif seperti itu dari SNB, dan itu mengejutkan dan itu mengatur nada untuk dolar," kata Edward Moya, analis senior di Oanda.

Sebagian besar analis memperkirakan SNB akan mempertahankan suku bunga pada Kamis (16/6) dan mengisyaratkan kenaikan untuk September, meskipun beberapa bank telah memperkirakan pergerakan 25 basis poin.

"Ini adalah salah satu kejutan valas yang langka di mana Anda bisa melihat momentum signifikan pasca peristiwa ini, karena SNB tampaknya cenderung memiliki kenaikan suku bunga agresif lebih lanjut untuk mencoba menstabilkan inflasi," kata Moya. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT