08 June 2022, 14:14 WIB

AS Janji Ikuti Fakta Soal Pembunuhan Jurnalis Shireen Abu Akleh


Nur Aivanni |

MENTERI Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken, pada Selasa (7/6), berjanji untuk menuntut pertanggungjawaban atas pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh di mana pun fakta mengarah, di tengah perselisihan sengit antara otoritas Israel dan Palestina tentang bagaimana dia meninggal.

Jurnalis Al Jazeera yang terkenal, seorang Palestina-Amerika, terbunuh pada 11 Mei saat dia meliput operasi tentara Israel di kamp Jenin di utara Tepi Barat.

Tampil di forum jurnalis mahasiswa di sela-sela KTT Amerika Latin di Los Angeles, Blinken dihadapkan pada pertanyaan mengapa sama sekali tidak ada dampak bagi Israel, sekutu bersejarah AS.

"Maaf, dengan hormat, mereka belum ditetapkan," kata Blinken tentang fakta di balik kasus tersebut.

"Kami mencari investigasi yang independen dan kredibel. Ketika investigasi itu terjadi, kami akan mengikuti fakta, ke mana pun mereka mengarah. Sesederhana itu," katanya.

Baca juga: PBB: Pendudukan Israel dan Diskriminasi pada Warga Palestina Picu Kekerasan

Blinken, yang telah berbicara dengan keluarganya, mengatakan: "Saya menyesalkan hilangnya Shireen. Dia adalah seorang jurnalis yang luar biasa, seorang warga negara Amerika".

Sebuah penyelidikan Palestina mengatakan bahwa seorang tentara Israel menembak mati dia dalam apa yang digambarkan sebagai kejahatan perang. Sebuah laporan CNN, yang mengutip saksi, juga mengatakan bahwa dia tampaknya telah terbunuh dalam serangan yang ditargetkan oleh pasukan Israel.

Israel dengan marah membantah tuduhan itu dan mengatakan sedang menyelidiki, sambil meminta Palestina untuk mengambil bagian dalam penyelidikan bersama.

Pihak berwenang Israel telah membalasnya bahwa Abu Akleh bisa saja terbunuh oleh tembakan nyasar dari seorang pria bersenjata Palestina di daerah itu atau keliru oleh seorang tentara Israel.

Puluhan anggota parlemen dari Partai Demokrat Blinken telah meminta FBI untuk memimpin penyelidikan untuk mencari temuan yang tidak memihak atas kematiannya. (AFP/Nur)

BERITA TERKAIT