07 June 2022, 15:56 WIB

Unjuk Kekuatan, AS-Korea Selatan Terbangkan Pesawat Tempur


Nur Aivanni |

Korea Selatan dan Amerika Serikat menerbangkan pesawat-pesawat tempur termasuk jet tempur siluman di atas perairan di sekitar semenanjung Korea pada Selasa dalam unjuk kekuatan baru, menyusul uji coba rudal baru-baru ini oleh Korea Utara.

Dalam sebuah pernyataan, Kepala Staf Gabungan Seoul mengatakan bahwa enam belas pesawat tempur Korea Selatan, termasuk pesawat tempur siluman F-35 dan empat jet tempur F-16, membentuk skuadron serangan di atas Laut Barat - juga dikenal sebagai Laut Kuning - untuk menanggapi ancaman musuh.

"Sekutu menunjukkan kemampuan dan kemauan kuat mereka untuk menyerang dengan cepat dan akurat terhadap provokasi apa pun dari Korea Utara," tambahnya.

Manuver udara, yang melibatkan sekitar 20 pesawat tempur, terjadi sehari setelah sekutu menembakkan delapan rudal balistik ke Laut Jepang setelah uji coba senjata Pyongyang pada Minggu.

Untuk diketahui, pada Minggu, Korea Utara menembakkan delapan rudal balistik jarak pendek dari empat lokasi berbeda dalam waktu 30 menit. Menurut para analis, itu merupakan salah satu uji coba terbesarnya.

Negara bersenjata nuklir itu telah melakukan serangkaian uji coba senjata tahun ini, termasuk menembakkan rudal balistik antarbenua pada jarak penuh untuk pertama kalinya sejak 2017.

Pejabat AS dan Korea Selatan telah memperingatkan selama berminggu-minggu bahwa rezim Kim Jong Un sedang bersiap untuk melakukan uji coba nuklir yang baru.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman, di Seoul dalam kunjungannya selama tiga hari, memperingatkan akan ada tanggapan yang cepat dan kuat jika Pyongyang melanjutkan apa yang akan menjadi uji coba ketujuhnya.

"Setiap uji coba nuklir akan sepenuhnya melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," katanya kepada wartawan setelah bertemu dengan mitranya dari Korea Selatan.

Sherman mengatakan Amerika Serikat masih bersedia untuk terlibat dalam dialog dengan Korea Utara. "Washington tidak memiliki niat bermusuhan terhadap Pyongyang," ucapnya.

Manuver udara yang dilakukan pada Selasa itu adalah unjuk kekuatan gabungan ketiga oleh sekutu di bawah Presiden baru Korea Selatan Yoon Suk-yeol, yang telah bersumpah akan bersikap lebih keras terhadap Pyongyang. (AFP/OL-12)

BERITA TERKAIT