07 June 2022, 09:10 WIB

Indonesia Kutuk Penghinaan Nabi Muhammad oleh Politikus India


Cahya Mulyana |

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengeluarkan pernyataan terkait penghinaan yang dilakukan dua politik India terhadap Nabi Muhammad SAW. Hal ini disampaikan kepada Duta Besar India di Jakarta.

“Indonesia mengutuk keras pernyataan yang merendahkan Nabi Muhammad SAW oleh dua orang politisi Indi. Pesan ini telah disampaikan kepada Duta Besar India di Jakarta,” sebut pernyataan Kemenlu dalam akun twitter, dikutip pada Selasa (7/5).

Menurut Hindustan Times, juru bicara partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma dan pemimpin partai lainnya, Naveen Kumar Jindal, mengeluarkan pernyataan tidak sopan tentang Nabi Muhammad.

Setelah dunia mengecam pernyataan itu, partai berusaha membuat jarak dari perkataan yang dibuat pemimpinnya. Partai yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi itu mengumumkan sanksi terhadap keduanya.

Nupur Sharma sekarang diskors setelah membuat pernyataan menghina Nabi dan istrinya Aisyah dalam debat TV. Sementara Juru Bicara BJP lainnya dan Naveen Kumal Jindal dikeluarkan dari partai sayap kanan atas komentar yang dia buat.

BJP menjauhkan diri dari pernyataan mereka, mengatakan telah menangguhkan Sharma dan mengusir Jindal. Menanggapi permintaan "permintaan maaf publik" dari Doha, India mengatakan pernyataan tentang Nabi Muhammad dibuat oleh "elemen pinggiran" dan bahwa itu tidak mencerminkan pandangan pemerintah.

Tasleem Rehmani, Presiden Dewan Politik Muslim India, menyebut penangguhan juru bicara BJP sebagai "sebuah drama." "Usir dia secara permanen dan kirim dia ke penjara. Tidak ada yang bisa diterima," kata Rehmani.

Sementara Niyaz Farooqui, sekretaris Jamiat Ulema-e-Hind, organisasi sosial-keagamaan Muslim terbesar di India, mendesak pemerintah India untuk mengambil tindakan hukum atas pernyataan yang menghina itu.

"Kami telah meminta Pemerintah India untuk mengambil tindakan hukum, menangkap mereka dan menghukum mereka, baru setelah itu akan dianggap tindakan yang benar telah diambil,” tegasnya.

Pernyataan pejabat BJP juga memicu tren Twitter di dunia Arab yang menyerukan boikot produk India. (OL-12)

BERITA TERKAIT