06 June 2022, 21:58 WIB

Iran, Kuwait, Qatar Kecam Hinaan Pejabat BJP India terhadap Nabi Muhammad


Mediaindonesia.com |

IRAN menjadi negara terbaru setelah Kuwait, Qatar, dan Pakistan yang mengecam pernyataan baru-baru ini oleh oleh dua pemimpin BJP (Bharatiya Janata Party) tentang Nabi Muhammad sebagaimana dilansir India Today. Duta besar India di Iran, Kuwait, dan Qatar dipanggil dan menjelaskan bahwa pandangan itu termasuk elemen pinggiran dan tidak mencerminkan kebijakan pemerintah India.

Partai politik berkuasa di India itu memberhentikan juru bicaranya, Nupur Sharma, dan mengeluarkan Naveen Kumar Jindal dari keanggotaan partai utama atas pernyataan mereka.

Iran

Kementerian Luar Negeri Iran memanggil Duta Besar India untuk Teheran atas pernyataan kontroversial tersebut. Selama pertemuan tersebut, utusan India menyatakan penyesalan dan mengatakan penghinaan apapun terhadap Nabi Islam tidak dapat diterima. "Ini tidak mencerminkan posisi pemerintah India yang telah menunjukkan rasa hormat tertinggi untuk semua agama."

Duta Besar India mengatakan pelaku (Jindal) tidak memiliki posisi di pemerintahan dan diberhentikan dari partai setelah membuat pernyataan tersebut. Ini terjadi menjelang perjalanan pertama Menteri Luar Negeri Iran ke New Delhi minggu depan.

Pakistan

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melalui Twitter pada Minggu (5/6) mengutuk pernyataan tersebut. Dia menulis, "Saya mengutuk dengan kata-kata sekuat mungkin komentar menyakitkan dari pemimpin BJP India tentang Nabi kita tercinta (SAW). Telah mengatakannya berulang kali India di bawah pemerintahan Modi yang menginjak-injak kebebasan beragama dan menganiaya Muslim. Dunia harus memperhatikan dan menegur India dengan keras. Cinta kita karena Nabi Suci (SAW) adalah yang tertinggi. Semua Muslim dapat mengorbankan hidup mereka untuk cinta dan hormat kepada Nabi Suci mereka (SAW)."

Baca juga: OKI Kutuk Pernyataan Pejabat BJP India Hina Nabi Muhammad

Qatar

Kementerian Luar Negeri Qatar memanggil duta besar India dan menyerahkannya catatan resmi yang menyatakan penolakan total Qatar dan kecaman atas pernyataan seorang pejabat di partai yang berkuasa di India terhadap Nabi Muhammad.

Catatan itu menunjukkan bahwa lebih dari dua miliar Muslim di seluruh dunia mengikuti bimbingan Nabi Muhammad. Pernyataan menghina ini, imbuhnya, akan mengarah pada hasutan kebencian agama.

Menanggapi pertanyaan media mengenai pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Qatar, juru bicara Kedutaan Besar India di Qatar mengatakan, "Duta Besar mengadakan pertemuan di Kantor Luar Negeri tentang kekhawatiran berkaitan dengan beberapa tweet ofensif oleh individu di India yang merendahkan agama."

"Duta Besar menyampaikan bahwa tweet tersebut, dengan cara apa pun, tidak mencerminkan pandangan pemerintah India. Ini pandangan dari elemen pinggiran," tambah pernyataan itu.

Kuwait

Kuwait mengecam pernyataan yang dibuat oleh seorang pejabat di partai yang berkuasa terhadap Nabi Suci. Ini disampaikan kantor luar negeri negara itu dalam tweet berbahasa Arab dan memanggil duta besar, Sibi George.

"Negara Kuwait memanggil Duta Besar Republik India dan menyerahkan nota protes. Ia sepenuhnya menolak dan mencela pernyataan yang dibuat oleh seorang pejabat di partai yang berkuasa terhadap Nabi Suci, damai, dan berkah besertanya," tweet dibaca.

Sebagai tanggapan, juru bicara Kedutaan Besar India di Kuwait mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa duta besar telah menyampaikan kepada Kantor Luar Negeri Kuwait bahwa pernyataan kontroversial tersebut tidak mencerminkan pandangan pemerintah India. "Ini pandangan dari elemen pinggiran," kata pernyataan itu.

"Kepentingan pribadi yang bertentangan dengan hubungan India-Kuwait telah menghasut orang-orang menggunakan komentar yang menghina ini. Kita harus bekerja sama melawan elemen-elemen nakal yang bertujuan melemahkan kekuatan hubungan bilateral kita," katanya.

Baca juga: Hindu Garis Keras India Manfaatkan Film Laris The Kashmir Files

Kontroversi

Dalam debat TV baru-baru ini, pemimpin BJP Nupur Sharma mengatakan bahwa hal-hal tertentu dari buku-buku agama Islam dapat diejek oleh orang-orang. Dia membuat komentar tentang Nabi Muhammad. Naveen Kumar Jindal, yang menjabat sebagai media in-charge Delhi BJP, telah mem-posting tweet kontroversial tentang Nabi Muhammad.

Pada Minggu, pemimpin tinggi BJP memberhentikan Nupur Sharma dan mengeluarkan Naveen Jindal dari keanggotaan utama partai. Kasus-kasus juga telah didaftarkan terhadap Nupur Sharma karena menyakiti sentimen agama di Hyderabad, Pune, dan Mumbai.

Awal pekan ini, kekerasan pecah di Kanpur di Uttar Pradesh setelah suatu organisasi Muslim menyerukan untuk menutup toko-toko di Pasar Parade atas pernyataan yang dibuat oleh Nupur Sharma. Sedikitnya 40 orang, termasuk 20 personel polisi, terluka dalam bentrokan tersebut, kata polisi. (OL-14)

BERITA TERKAIT