06 June 2022, 14:19 WIB

Penguatan Kerja Sama Ekonomi jadi Fokus Indonesia-Australia


Andhika Prasetyo |

PENGUATAN kerja sama ekonomi menjadi topik utama dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Australia yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Anthony Albanese di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6).

Jokowi ingin kemitraan yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus ditingkatkan dengan memanfaatkan secara optimal Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah diresmikan pada 2020 lalu.

“Ini adalah fondasi yang sangat penting bagi kedua negara untuk terus memperkokoh kerja sama bilateral yang saling menguntungkan,” ujar Jokowi dalam konferensi pers Bersama selepas pertemuan.

Secara khusus, kepala negara memiliki sejumlah permintaan yang disampaikan kepada PM Albanese.

Pertama, Jokowi meminta Australia membuka akses lebih luas untuk masuknya produk-produk Tanah Air bernilai tambah tinggi, terutama dari sector otomotif.

“Ekspor perdana mobil CBU (Completely Build Up) buatan Indonesia ke Australia telah dimulai Februari lalu. Saya mengharapkan akses ekspor seperti ini akan terus terbuka,” ucap mantan wali kota Solo itu.

Kedua, Jokowi juga berharap Negeri Kanguru memberi tambahan kuota working holiday visa bagi warga negara Indonesia dari 4.000 orang menjadi 5.000 orang per tahun.

Baca juga: PM Australia: Berkat Presiden Jokowi, Canberra akan Punya Sepeda Bambu

Selanjutnya, kepala negara juga meminta Australia mendukung upaya penguatan ketahanan pangan di Indonesia demi mengantisipasi ancaman krisis pangan yang semakin nyata.

“Penting bagi kita untuk memperkuat ketahanan pangan, menjaga keberlanjutan rantai pasok termasuk gandum di tengah situasi dunia yang sangat sulit ini. Kerja sama peningkatan kapasitas di bidang food processing, food innovation dan rantai pasok harus diperkuat. saya juga menekankan pentingnya MOU pertanian antara kedua negara segera diimplementasikan,” jelasnya.

Di luar tiga permintaan itu, Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas komitmen-komitmen investasi Australia yang telah diwujudkan, salah satunya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Sebagaimana diketahui, pemerintahan negara yang terletak di kawasan Oceania itu telah membangun Monash University di BSD, Serpong, Banten, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pengembangan SDM berketerampilan tinggi di Indonesia.

“Saya juga mengapresiasi komitmen investasi Aspen Medical untuk membangun 23 rumah sakit dan 650 klinik di Jawa Barat dengan nilai US$1 miliar selama 20 tahun,” sambungnya.

Selain itu, presiden juga berterima kasih atas dana hibah awal sebesar A$200 juta yang ditujukan untuk penguatan kerja sama energi dan perubahan iklim.

“Saya juga baik komitmen investasi Fortescue Metals Group di bidang hydropower dan geothermal senilai US$10 miliar, dan Sun Cable di bidang energi senilai US&1,5 miliar,” tandas Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, PM Albanese mengatakan Indonesia adalah salah satu negara mitra yang sangat penting bagi Australia.

Kedua negara tidak hanya dihubungkan oleh letak geografis yang begitu dekat tetapi juga persahabatan dan kerja sama yang selama ini telah terjalin kuat.

“Indonesia juga sedang dalam trek yang benar untuk menjadi satu dari lima negara dengan perekonomian terbesar dunia. Oleh karena itu, merevitalisai hubungan terutama dalam kerja sama ekonomi menjadi prioritas pemerintah Australia. Kami begitu menyadari potensi besar Indonesia,” tuturnya.

Ia pun memastikan bahwa komitmen tersebut akan diwujudkan secara nyata dengan terus mendelegasikan para menteri ekonominya ke Indonesia secara berkala demi memastikan perjanjian-perjanjian yang ada berjalan dengan baik di lapangan.

“Kami juga akan mengajak para pengusaha Australia untuk mengeksplor peluang investasi di Indonesia,” tandasnya.(Ant/OL-4)

BERITA TERKAIT