30 May 2022, 10:17 WIB

Pemerintah Israel Kecam Ekstremis Yahudi yang Lakukan Pawai


Mediaindonesia.com |

RIBUAN orang Israel mengibarkan bendera pada Minggu (29/5) melalui Kota Tua Jerusalem selama parade yang dilakukan secara rutin. Hal tersebut memicu kemarahan warga Palestina, setahun setelah ketegangan Jerusalem meledak menjadi perang.

Sekitar 70.000 orang Yahudi Israel berparade di jalan-jalan, kata polisi, untuk pawai bendera tahunan yang memperingati penaklukan Israel atas Jerusalem timur pada 1967. Beberapa pengunjuk rasa meneriakkan, "Matilah orang Arab," saat sejumlah warga Palestina melemparkan proyektil dari atap.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menggambarkan kelompok sayap kanan Yahudi yang mengejek orang Arab, khususnya organisasi ekstremis Lehava dan La Familia, sebagai aib. Ia mengatakan mereka, "Tidak layak memegang bendera Israel."

Baca juga: AS Tengahi Negosiasi Laut Merah antara Saudi, Israel, Mesir

Perdana Menteri Naftali Bennett memerintahkan polisi untuk menunjukkan, "Toleransi nol," terhadap ekstremis Yahudi yang berencana untuk menghasut ketegangan, dengan menyebut La Familia. Lebih dari 3.000 petugas polisi dikerahkan di seluruh Jerusalem. 

Ada lebih dari 60 penangkapan atas perilaku tidak tertib. Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 79 warga Palestina terluka di dalam dan sekitar Kota Tua.

Di sekitar Jerusalem timur yang dicaplok, banyak warga Palestina mengibarkan bendera dengan polisi bentrok dengan pengunjuk rasa yang membawa bendera tersebut. Di atas salah satu gerbang Kota Tua, bendera Palestina dikibarkan dari pesawat tak berawak yang ditembak jatuh oleh polisi, kata seorang fotografer AFP.

Selama pawai, ribuan orang Yahudi Israel--sebagian besar laki-laki dan banyak dari mereka ialah pemuda--mengalir melalui Gerbang Damaskus, jalan raya utama Kota Tua yang digunakan oleh orang Palestina dan sangat penting secara simbolis. "Ini negara kami dan hanya itu," kata Ofer Amar, seorang Yahudi Israel berusia 18 tahun, kepada AFP di Gerbang Damaskus. "Orang-orang Palestina hanyalah tamu di negara kita."

Baca juga: Inggris Minta Israel Selidiki Penembakan terhadap Anak Palestina

Lusinan orang Israel mengibarkan bendera di gerbang. Yang lain bernyanyi dan menari di tangga sekitarnya. Bentrokan terisolasi dilaporkan terjadi menjelang pawai.

Jonathan Bnidik, pengunjuk rasa lain, mengatakan tujuan rapat umum itu, "Memberi tahu seluruh dunia bahwa (Jerusalem) ialah ibu kota nasional kami yang kuno dan bersejarah." Sebagian besar komunitas internasional tidak mengakui kontrol Israel atas Jerusalem timur yang dilihat orang Palestina sebagai ibu kota negara masa depan. (OL-14)

BERITA TERKAIT