29 May 2022, 10:20 WIB

Hujan Deras di Brasil Tewaskan Sedikitnya 34 Orang


Nur Aivanni |

HUJAN deras yang melanda negara bagian Pernambuco di timur laut Brasil sejak Selasa telah menewaskan sedikitnya 34 orang, 29 di antaranya terjadi pada hari sebelumnya. Demikian dilaporkan pemerintah menurut data terbaru.

"Dari Rabu lalu hingga tengah hari Sabtu ini, 34 kematian tercatat di negara bagian itu," kata Pertahanan Sipil dalam sebuah pernyataan.

Peristiwa paling dramatis terjadi pada Sabtu dini hari ketika 19 orang tewas dalam tanah longsor besar di komunitas Jardim Monteverde, di perbatasan antara ibu kota negara bagian Recife dan kota Jaboatao dos Guararapes.

Enam orang lainnya tewas dalam tanah longsor lain di kota Camaragibe. Dua orang meninggal di Recife dan lainnya di Jaboatao dos Guararapes.

Lima orang lainnya tewas awal pekan ini, menurut Pertahanan Sipil.

Laporan pers lokal mengatakan tiga orang tewas akibat tanah longsor di Olinda, dan orang keempat meninggal setelah jatuh ke kanal, juga di Olinda.

Hujan deras juga memaksa hampir 1.000 orang mengungsi akibat banjir dan tanah longsor.

Dalam sebuah cuitan, Presiden Jair Bolsonaro menyatakan kesedihan dan solidaritasnya kepada para korban bencana dan mengatakan pemerintahnya akan melakukan segala yang mungkin untuk meringankan penderitaan.

Dia menambahkan bahwa tim dari Angkatan Bersenjata, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kewarganegaraan sedang dikerahkan untuk membantu dalam operasi bantuan dan memberikan bantuan yang diperlukan kepada keluarga yang terkena dampak.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan jalan banjir yang luas di beberapa kota, rumah runtuh dan tanah longsor.

Menurut ahli meteorologi Estael Sias, dari badan MetSul, hujan lebat yang melanda Pernambuco dan, pada tingkat lebih rendah, empat negara bagian timur laut lainnya, adalah produk dari fenomena musiman khas yang disebut "gelombang timur."

Dia menjelaskan, daerah-daerah tersebut merupakan daerah "gangguan atmosfer" yang bergerak dari benua Afrika ke wilayah pesisir timur laut Brasil.

"Di wilayah lain di Atlantik, ketidakstabilan ini membentuk badai, tetapi di timur laut Brasil berpotensi hujan lebat dan bahkan badai petir," katanya. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Pencarian Hari Ketiga: Putra Ridwan Kamil, Emmeril Belum Ditemukan

BERITA TERKAIT