27 May 2022, 18:23 WIB

Jika Krisis Pangan Meluas, Zelenskyy: Salahkan Rusia


Cahya Mulyana |

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan invasi Rusia ke negaranya telah melahirkan banyak kesengsaraan. Bukan hanya bagi rakyatnya namun juga dunia seperti ancaman krisis pangan.

"Pertempuran ini membuat krisis. Padahal Ukraina merupakan eksportir bahan pangan seperti gandum dan minyak goreng yang dibutuhkan banyak negara. Kami terpuruk dari peperangan ini dan negara tujuan ekspor Ukraina juga merasakan dampaknya dengan kenaikan harga," paparnya pada acara yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bertajuk Dari Hati-ke-Hati: Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy Menyapa Indonesia", Jumat (27/5).

Secara eksklusif, acara yang berlangsung secara daring ini dimoderatori Dino Patti Djalal, Pendiri dan Ketua FPCI itu Zelenskyy menuangkan isi pikirannya. Ia mengatakan dampak serangan Rusia yang belum berhenti sejak 24 Februari 2022 telah menghancurkan pasokan perdagangan dunia.

"Rusia telah memotong akses laut hitam dan menduduki sebagian besar wilayah kita lewat blokade militer. Rute perdagangan tradisional terblokir, kita tidak dapat mengirim produk secara global. Ini merupakan krisis terhadap gandum dan pangan sehingga menjadi ancaman dunia," ujarnya.

Baca juga: Zelenskyy Harap G20 Hentikan Agresi Rusia

Zelenskyy mengatakan rakyat Ukraina berjuang melawan penjajahan Rusia bukan hanya untuk menjaga kemerdekaan namun melindungi dunia dari ancaman krisis. Harga komoditas naik signifikan sejak Rusia melancarkan nafsu kolonial mereka yang dampak negatifnya ditanggung seluruh dunia.

"Kita terus membantu dunia untuk tetap makan dengan mengirim gandum lewat rute kereta api meskipun tidak sebanyak melewati laut hitam. Niat baik Ukraina untuk dunia itu pun tetap dijegal Rusia dengan serangan yang menghancurkan jalur yang tersisa itu," ujarnnya.

Maka wajar, kata dia, dunia terancam krisis terburuk sejak Perang Dunia II. Untuk itu, pihaknya mengajak semua pemangku kepentingan, kebijakan dan rakyat dunia untuk bersatu padu menghentikan penjajahan Rusia di Ukraina.

"Jika dunia bersatu menghentikan agresi Rusia ini, maka kita akan lebih cepat mengakhiri kekacauan ini," paparnya.

Jika perang di Ukraina terus berlangsung, lanjut dia, krisis pangan, ekonomi, energi dan lainnya tidak terelakkan. "Bencana itu akan lebih dekat lagi, bisa dicek ke pasar kenaikan harga pangan saat ini yang berdampak pada masyarakat yang sudah miskin. Ini hanya satu dari sejumlah aspek dari agresi Rusia," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT