23 May 2022, 09:19 WIB

Teratas, Invasi Rusia Dorong Peningkatan Jumlah Pengungsi di Dunia


Nur Aivanni |

Badan pengungsi PBB, UNHCR, pada Senin, mengatakan bahwa perang Rusia di Ukraina telah mendorong jumlah orang yang mengungsi di seluruh dunia di atas 100 juta untuk pertama kalinya.

"Jumlah orang yang terpaksa melarikan diri dari konflik, kekerasan, pelanggaran hak asasi manusia dan penganiayaan kini telah melampaui angka 100 juta untuk pertama kalinya dalam catatan, didorong oleh perang di Ukraina dan konflik mematikan lainnya," kata UNHCR.

Dalam sebuah pernyataan, UNHCR mengatakan bahwa angka yang mengkhawatirkan itu harus mengguncang dunia untuk mengakhiri konflik yang memaksa sejumlah besar orang meninggalkan rumah mereka sendiri.

UNHCR mengatakan jumlah orang yang dipindahkan secara paksa meningkat menjadi 90 juta pada akhir tahun 2021, didorong oleh kekerasan di Ethiopia, Burkina Faso, Myanmar, Nigeria, Afghanistan dan Republik Demokratik Kongo.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari dan sejak itu, lebih dari delapan juta orang telah mengungsi di dalam negeri, sementara lebih dari enam juta pengungsi telah melarikan diri melintasi perbatasan.

"Seratus juta adalah angka yang serius dan mengkhawatirkan dalam ukuran yang sama. Ini rekor yang seharusnya tidak pernah dibuat, " kata Kepala UNHCR Filippo Grandi.

"Itu harus menjadi peringatan untuk menyelesaikan dan mencegah konflik yang merusak, mengakhiri penganiayaan, dan mengatasi penyebab mendasar yang memaksa orang yang tidak bersalah meninggalkan rumah mereka," tegasnya.

Angka 100 juta itu berjumlah lebih dari satu persen dari populasi global, sementara hanya 13 negara yang memiliki populasi lebih besar daripada jumlah orang yang dipindahkan secara paksa di dunia.

Angka-angka tersebut menggabungkan pengungsi, pencari suaka serta lebih dari 50 juta orang yang mengungsi di dalam negara mereka sendiri. (AFP/OL-12)

 

BERITA TERKAIT