23 May 2022, 09:17 WIB

Hamas Peringatkan Pawai Israel Minggu Depan di Jerusalem Timur


Mediaindonesia.com |

PEMIMPIN Hamas Ismail Haniyeh pada Minggu (22/5) memperingatkan rencana pawai oleh kelompok nasionalis Yahudi melalui Jerusalem timur yang dicaplok Israel. Ia mengatakan bahwa kelompok Islam Palestina itu akan menggunakan semua kemungkinan untuk menghadapinya.

Pawai kontroversial yang disebut pawai bendera itu dijadwalkan berlangsung minggu depan untuk menandai Hari Jerusalem. Mereka ingin memperingati penyatuan kota itu setelah Israel mencaplok Jerusalem timur pada 1967.

Rute, yang sementara disetujui oleh otoritas Israel, memungkinkan para pengunjuk rasa memasuki Kota Tua melalui Gerbang Damaskus, yang banyak digunakan oleh orang-orang Palestina, dalam perjalanan ke Tembok Barat. Pihak berwenang Israel belum menyetujui rute yang akan membuat pawai memasuki kompleks Al-Aqsa dan ini tidak pernah terjadi di masa lalu.

Baca juga: Anggota Parlemen AS Dorong FBI Selidiki Kematian Jurnalis Palestina

Pada pidato yang menandai satu tahun sejak pergolakan 11 hari dalam konflik antara Israel dan kelompok yang menguasai Gaza, pemimpin Hamas menuduh ada seruan untuk menyerbu masjid Al-Aqsa dan menggelar pawai bendera. "Saya memperingatkan musuh agar tidak melakukan kejahatan seperti itu," lanjut Haniyeh. 

"Perlawanan di Jerusalem dan Tepi Barat tidak akan mengizinkan atau menerima omong kosong Yahudi semacam itu lewat di Al-Aqsa. Kami akan menghadapinya dengan segala kemungkinan dan kami tidak akan pernah membiarkan Masjid Al-Aqsa dilanggar," katanya.

Kompleks masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga Islam. Tembok Barat menjadi situs tersuci tempat orang Yahudi bisa berdoa.

Baca juga: PM Australia yang Kalah Pemilu Disebut sebagai Teman Baik Israel

Pernyataannya muncul setelah lebih dari 70 warga Palestina terluka pekan lalu dalam bentrokan dengan pasukan Israel di pemakaman Jerusalem, menurut petugas medis Palestina. Kerusuhan tersebut menurut polisi termasuk kekerasan yang mengancam nyawa petugas. Ini terjadi beberapa hari setelah polisi Israel menyerbu prosesi pemakaman Shireen Abu Akleh, seorang jurnalis veteran Palestina-Amerika Al Jazeera yang terbunuh dalam serangan Israel di kota Jenin di Tepi Barat yang diduduki.

Dengan konvensi yang telah lama dilakukan, orang-orang Yahudi diizinkan memasuki kompleks Al-Aqsha tetapi tidak untuk berdoa di sana. Bentrokan di Jerusalem tahun lalu memicu konflik 11 hari antara Israel dan Hamas yang menewaskan 260 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, serta 14 orang tewas di Israel, di antaranya satu anak. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT