22 May 2022, 11:21 WIB

Albanese Ingin Australia Jadi Negara Superpower Energi Hijau


Cahya Mulyana |

PEMIMPIN oposisi Australia Anthony Albanese bersumpah akan menjadikan negaranya menjadi kekuatan super energi terbarukan. Itu diungkapkannya setelah dia mengklaim kemenangan dalam pemilihan nasional.

"Kita bisa memanfaatkan kesempatan Australia untuk menjadi negara adidaya energi terbarukan," kata pemimpin Partai Buruh kiri-tengah itu.

Albanese berjanji mengurangi emisi karbon sebesar 43% pada 2030, meningkatkan energi terbarukan, menawarkan diskon untuk mobil listrik, dan membantu membangun proyek tenaga surya dan baterai. Partainya juga berencana memperketat mekanisme untuk menjaga pencemaran emisi.

Baca juga: Kemenangan 6 Pemuda Indonesia di Pengadilan Australia Diharap Beri Efek Domino

Tetapi, Partai Buruh tidak berjanji menutup tambang batu bara di negara yang bergantung pada bahan bakar fosil itu. 

Berbicara kepada para pendukungnya di Sydney, Albanese mencatat bahwa rakyat Australia telah memilih untuk perubahan.

"Saya merasa rendah hati dengan kemenangan ini," katanya kepada pendukung yang bersorak-sorai.

Sementara pesaingnya, Perdana Menteri Scott Morrison telah mengakui kekalahannya. 

Albanese mengingat masa kecilnya, dibesarkan oleh seorang ibu tunggal di perumahan umum Sydney.

"Ibu saya memimpikan kehidupan yang lebih baik untuk saya. Dan saya berharap perjalanan hidup saya menginspirasi orang Australia untuk meraih bintang," kata pria berusia 59 tahun itu.

"Saya ingin Australia terus menjadi negara yang di mana pun Anda tinggal, siapa yang Anda sembah, Anda cintai, atau apa nama belakang Anda, tidak membatasi perjalanan hidup Anda."

Albanese juga mengatakan dia akan bergabung dengan para pemimpin Amerika Serikat (AS), Jepang, dan India di pertemuan puncak, dalam dua hari ke depan.

Dia menambahkan anggota tim pemerintahnya akan dilantik pada Senin (23/5), memungkinkan dia untuk menghadiri KTT di Tokyo pada hari berikutnya, bersama dengan Penny Wong, yang diharapkan menjadi menteri luar negeri.

Pengelompokan quad country, Jepang, AS, Australia, dan India yang terorganisir secara longgar dipersatukan oleh keinginan untuk mengimbangi pengaruh ekonomi, militer, dan teknologi Tiongkok. Australia mewaspadai pengaruh Beijing yang berkembang di kawasan Pasifik.

Tiong, baru-baru ini, menandatangani perjanjian keamanan dengan Kepulauan Solomon, yang memicu kekhawatiran AS dan Australia bahwa mereka mungkin akan mendirikan pangkalan militer di negara Pasifik itu. (CNA/OL-1)

BERITA TERKAIT