21 May 2022, 15:16 WIB

Kepala HAM PBB akan Lakukan Perjalanan Penting ke Xinjiang Tiongkok


Nur AivanniĀ  | Internasional

KEPALA hak asasi manusia PBB akan melakukan perjalanan ke Tiongkok pada Senin untuk kunjungan yang telah lama ditunggu-tunggu ke wilayah barat laut Xinjiang di mana Beijing telah dituduh melakukan pelanggaran terhadap sebagian besar minoritas Muslim Uighur.

Misi selama enam hari Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet itu menyusul permintaan bertahun-tahun untuk akses yang bermakna dan tak terbatas ke daerah itu. PBB mengatakan bahwa jutaan warga Uighur telah ditahan di pusat kontra-ekstremisme dan kamp pendidikan ulang.

Baca juga: 8 Orang Terluka dalam Serangan Rusia di Pusat Budaya Ukraina

Kunjungan tersebut, yang dikonfirmasi oleh kantor Bachelet pada Jumat, menandai perjalanan pertama ke Tiongkok oleh seorang kepala hak asasi manusia PBB sejak Louise Arbor melakukan perjalanan ke negara itu pada tahun 2005.

"Selama kunjungannya, Komisaris Tinggi akan bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi di tingkat nasional dan lokal," kata kantor Bachelet dalam sebuah pernyataan. Bachelet, tambahnya, juga akan bertemu dengan organisasi masyarakat sipil, perwakilan bisnis, akademisi dan memberikan kuliah kepada mahasiswa di Universitas Guangzhou.

Bachelet, yang telah menuntut akses ke semua wilayah Tiongkok sejak dia menjabat pada 2018, telah berulang kali menyuarakan keprihatinan tentang tuduhan pelanggaran yang meluas di Xinjiang. Tetapi dia juga dikritik karena tidak mengambil sikap yang cukup keras dengan Tiongkok.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan persyaratan kunjungan komisaris PBB itu belum diungkapkan. Mereka pun menyuarakan keprihatinan bahwa pihak berwenang Tiongkok, yang selalu bersikeras bahwa mereka hanya tertarik pada kunjungan persahabatan, dapat memanipulasi perjalanan tersebut.

Selain itu, Amerika Serikat pun mengatakan sangat prihatin bahwa Bachelet terus maju tanpa jaminan tentang apa yang bisa dia lihat.

"Kami tidak berharap bahwa RRT (Republik Rakyat Tiongkok) akan memberikan akses yang diperlukan untuk melakukan penilaian yang menyeluruh dan tidak dimanipulasi terhadap lingkungan hak asasi manusia di Xinjiang," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price kepada wartawan. 

Sebuah tim PBB sebelumnya melakukan perjalanan ke Tiongkok beberapa minggu yang lalu untuk mempersiapkan kunjungan Bachelet.

Bachelet, yang tidak perlu dikarantina, tidak bepergian ke Beijing karena adanya pembatasan covid-19, tetapi akan pergi ke Kashgar dan Urumqi di Xinjiang. (Al Jazeera/AFP/OL-6)

BERITA TERKAIT