20 May 2022, 21:28 WIB

Ramos Horta Perlu Reset Proses Politik Timor Leste


Palce Amalo |

PRESIDEN Timor Leste Ramos Horta dinilai mampu mengakhiri rentetan krisis politik di negara itu yang terjadi sejak 2017 dan masih berlangsung sampai 2022. Ramos Horta diminta reset proses politik dan ekonomi kemudian memulai dengan proses yang baru.

"Reset proses politik dimulai dari pemilihan anggota parlemen yang akan datang dan harapannya kita bisa memecahkan masalah politik dan ekonomi kita," kata Founder and President Joao Saldanha University, Joao Mariano Saldanha kepada Media Indonesia di Dili, Jumat (20/5).

Saat ini, harapan rakyat Timor Leste ada di pundak Ramos Horta dan dia harus melakukan proses yang baru menuju arah yang benar demi menstabilkan politik, yakni meliputi stabilitas pemerintahan dan  stabilitas kebijakan pemerintahan. Bagi Joao, bukan lagi saatnya pemerintahan berpindah begitu saja dari satu orang ke orang lain, yang akhirnya membuat kebijakan di pemerintahan pun sering berubah-ubah. "Kita mau rapikan, yang bengkok ditarik kembali supaya lurus," katanya.

Menurutnya, Ramos Horta memiliki kompromi elektoral yang kuat,
jumpstart  the economy, rencana bergabung dengan Asean, memperbaiki dan mempererat hubungan dengan negara sahabat, dan negosiasi batas maritim dengan Australia untuk mengeksplorasi minyak di Celah Timor. Dijelaskan, adanya kebuntuan politik di Timor Leste, bukan disebabkan Falentil, tetapi diperparah dengan masuknya organisasi perlawanan ke dalam seting demokrasi, dan terus berkembang sampai 2022.

"Jadi ada dua kekuatan besar secara politik yaitu Xanana Gusmao secara personal dan Partai Fretelin tapi ada figur yang tidak begitu kuat. Figur pakai itu (organisasi perlawanan) untuk melawan figur yang kuat dengan organisasi yang tak begitu kuat," jelasnya.

Tetapi dalam tempo lima tahun ke depan, Joao yakin akan ada pemenangnya karena masyarakat pemilih akan membaca bahwa hanya satu atau dua orang saja yang mampu membawa Timor Leste ke jalan yang benar, yang didambakan oleh seluruh pemilih pada pemilu presiden baru-baru ini.

Menurutnya, proses ini sudah di jalan yang benar yaitu mulai dari pemilihan presiden yang dimenangkan oleh Ramos Horta. Selain itu, Xanana Gusmao dan Ramos Horta adalah pasangan yang tepat. Joao mencontohkan keduanya pernah membawa Timor Leste dengan pertumbuhan ekonomi sampai dua digit.

Pada 2017 sampai 2021, pertumbuhan ekonomi Timor Leste berkisar antara 1,8%-1,9%. Namun, tahun ini diperkirakan nol persen dan bahkan menuju minus.

"Saya pikir ekonomi bertumbuh karena tanpa kebijakan pemerintah pun konsumsi domestik bisa naik sampai 3%. Tetapi pada 2022 bisa nol persen atau bahkan negatif," ujarnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT