20 May 2022, 21:03 WIB

Badan Keamanan Israel Ungkap Cara Agen Iran Pikat Warganya


Mediaindonesia.com |

BADAN keamanan Israel Shin Bet menemukan upaya operasi Iran untuk memikat akademisi Israel, pebisnis, dan mantan pejabat pertahanan di luar negeri dalam upaya untuk menculik atau menyakiti mereka. Badan tersebut telah memperingatkan di masa lalu bahwa Iran berusaha untuk memikat orang Israel di luar negeri. 

"Ini metode operasi yang terkenal dari badan intelijen dan keamanan Iran yang dipimpin oleh Organisasi Intelijen Pengawal Revolusi, Pasukan Quds, dan Kementerian Intelijen," tuduh Shin Bet pada Kamis (19/5) sebagaimana dilansir The Times of Israel. Badan tersebut mengatakan para operator menggunakan email palsu serta berpura-pura menjadi akademisi, jurnalis, pengusaha, dan dermawan.

Menurut Shin Bet, para agen Iran berusaha mengumpulkan informasi tentang orang Israel dan mungkin memikat mereka ke luar negeri dengan tujuan menculik atau menyakiti mereka. Sejumlah target tertipu dan hampir pergi ke luar negeri.

Dalam beberapa kasus yang terdaftar oleh Shin Bet, para agen mengundang calon korban datang ke konferensi di Eropa, menggunakan alamat email yang mirip dengan lembaga resmi dan dengan logo mereka. Setelah membuat koneksi awal, percakapan akan berlanjut melalui WhatsApp.

Dalam kasus lain, para pelaku berpura-pura menjadi asisten seorang miliarder Rusia, bernama Nikolai. Mereka menghubungi orang Israel keturunan Rusia dan berusaha meyakinkan mereka untuk bertemu di luar negeri.

Badan keamanan rahasia itu tidak menyebutkan nama akademisi, pebisnis, dan mantan pejabat pertahanan yang menjadi target atau berapa banyak yang dihubungi. Ia juga tidak mengatakan lama operasi itu berlangsung. Ia juga tidak mengatakan bukti yang mengaitkan dugaan operasi itu dengan Iran.

Yossi Melman, seorang reporter veteran Israel yang menulis tentang spycraft, mengatakan kepada Channel 12 news bahwa dia dihubungi oleh salah satu tersangka operasi atas nama seorang peneliti Swiss asli bernama Oliver Thränert yang menawarkan untuk menerbangkannya ke Swiss untuk sebuah konferensi. Awal bulan ini, Shin Bet mengeklaim mengungkap operasi Iran yang mencoba merekrut warga sipil Israel untuk mengumpulkan informasi tentang target di Israel, menggunakan profil media sosial palsu. 

Badan tersebut mengatakan telah memantau dugaan operasi Iran sejak awal. Ini bukan pertama kali Iran diduga menggunakan profil media sosial palsu untuk mencoba merekrut orang Israel dalam kegiatan intelijen atau teror. Awal tahun ini, lima orang Israel ditangkap karena membantu operasi Iran, yang sering berpura-pura menjadi orang Yahudi, dalam mengumpulkan intelijen dan membuat koneksi di Israel.

Baca juga: Rabi Steven Burg: Normalisasi Hubungan Saudi-Israel cuma Masalah Waktu

Shin Bet memperingatkan bahwa intelijen Iran terus mencari untuk merekrut orang Israel melalui internet untuk mengumpulkan informasi tentang negara tersebut. "Pejabat keamanan meminta warga Israel untuk waspada dan berhati-hati di tengah ancaman yang ditimbulkan oleh berbagai elemen teroris di media sosial dan melaporkan permintaan yang tidak biasa kepada polisi Israel," kata badan tersebut.

Tahun lalu, seorang pria Israel hampir ditipu oleh seorang agen Iran untuk melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab, tetapi membatalkan perjalanannya setelah mendengar upaya Iran untuk menculik atau menyakiti warga Israel. Pada 2020, Shin Bet menangkap warga negara Israel lain yang dicurigai menjadi mata-mata untuk Iran. (OL-14)

BERITA TERKAIT