19 May 2022, 20:35 WIB

Mahasiswa Hamas Rayakan Kemenangan Jajak Pendapat Universitas Tepi Barat


Mediaindonesia.com |

PENDUKUNG Hamas pada Kamis (19/5) merayakan kemenangan telak dalam pemilihan mahasiswa di suatu universitas terkemuka di Tepi Barat. Menurut para pengamat, hasil itu menunjukkan dukungan yang tumbuh kepada kelompok Islam tersebut di wilayah Palestina yang dijajah Israel.

Blok Islam Al Wafaa Hamas memenangkan 28 dari 51 kursi di dewan mahasiswa di Universitas Birzeit. Ini menandai pertama kali kandidat yang bersekutu dengan Islam menguasai badan tersebut. Blok yang bersekutu dengan gerakan Fatah sekuler presiden Palestina Mahmud Abbas hanya memenangkan 18 kursi. 

Penduduk Palestina secara umum belum pernah ke tempat pemungutan suara sejak 2006. Abbas membatalkan pemilihan yang dijadwalkan tahun lalu dengan alasan penolakan Israel untuk mengizinkan pemungutan suara di Jerusalem timur yang dicaplok Israel. Jerusalem timur diklaim Palestina sebagai ibu kota mereka.

Baca juga: Israel Tangkap Pembawa Jenazah Jurnalis Al Jazeera terkait Terorisme

Namun analis Palestina mengatakan Abbas menolak karena takut bahwa Hamas, yang mengontrol Jalur Gaza, juga akan mengalahkan Fatah di Tepi Barat. Wakil presiden Birzeit, Ghassan al-Khatib, mengatakan beberapa orang melihat pemungutan suara di kampus sebagai ujian untuk mengukur opini publik dengan tidak adanya pemilihan umum di depan mata.

Hugh Lovatt, rekan kebijakan senior di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, mengatakan jajak pendapat Birzeit dianggap sebagai tipe penentu arah karena susunan badan mahasiswa dilihat lebih mewakili masyarakat Palestina. "Fakta bahwa Anda memiliki mekanisme demokrasi dan kumpulan pemilih dipandang mewakili dinamika Palestina. Itulah hal itu menjadi penting," katanya kepada AFP.

Fatah dulu mendominasi dewan mahasiswa di Tepi Barat. Hamas memuji hasil itu sebagai penolakan terhadap normalisasi dan koordinasi keamanan yang mengacu pada hubungan Otoritas Palestina pimpinan Fatah dengan Israel. Dr Fathi Hammad, seorang anggota biro politik kelompok tersebut, mengatakan gerakan mahasiswa telah membuktikan bahwa (pemuda) ialah bahan bakar revolusi. (OL-14)

BERITA TERKAIT