18 May 2022, 13:45 WIB

Personel Eagles of Death Metal Bersaksi di Kasus Penembakan Bataclan


Basuki Eka Purnama | Internasional

PERSONEL band Eagles of Death Metal, Selasa (17/5), bersaksi di sidang penembakan di gedung konser Bataclan saat band asal Amerika Serikat (AS) itu tampil, November 2015 lalu.

Vokalis Jesse Hughes dan gitaris Eden Galindo tiba di pengadilan Paris menggunakan jas berwarba hitam dan kemudian mendeskripsikan konser yang mengubah hidup mereka selamanya.

Hughes, kepada wartawan di luar gedung pengadilan, mengatakan bahwa dia telah memaafkan personel Islamic State (AS) yang menewaskan 90 orang dalam kasi penembakan yang meripakan aksi teror terkeji dalam sejarah Prancis modern itu.

Baca juga: Jual Foto Rotgen Korban Penembakan Bataclan, Dokter Bedah Terancam Dihukum

"Saya adalah seorang Kristen dan kami percaya siapa pun yang tersesat bisa menemukan jalan mereka kembali, termasuk mereka yang ada di sana. Jadi, saya memaafkan mereka dan berharap mereka bisa mendapatkan damai bersama Tuhan," ujar penyanyi berusia 49 tahun itu.

Pengadilan ini menggelar sidang terhadap satu-satunya pelaku penyerangan oleh tim yang menargetkan restoran, bar, stadion olahraga, dan gedung konser yang menyebabkan 130 orang tewas.

Salah Abdeslam, yang ditangkap di Belgia, 5 bulan pascaaksi penembakan itu, mengaku dirinya batal meledakkan diri. Dia kemudian meminta maaf kepada para korban atas aksinya itu.

Permintaan maaf disertai tangis pada bulan lalu bertolak belakang dengan sikap Abdeslam di awal sidang saat dia menolak mengakui otoritas pengadilan Prancis dan menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Hughes, di persidangan, mengaku dirinya langsung mengenali suara tembakan ketiga tiga orang melepaskan tembakan secara membabi buta.

"hampir 90 orang teman saya tewas di hadapan saya," ujar Hughes mengacu kepada para penggemarnya yang tewas.

Dia melarikan diri dari lokasi kejadian bersama kekasihnya menggunakan taksi dan peri ke kantor polisi tanpa mengetahui bahwa manajernya, Nick Alexander termasuk  salah satu korban yang tewas.

Namun, Hughes menegaskan bahwa pelaku penyerangan gagal mencapai tujuan mereka untuk mencegah orang bergembira melalui musik.

"Anda tidak bisa membunuh rock n roll," tegas Hughes mengutip pernyataan Ozzy Osbourne. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT