17 May 2022, 22:02 WIB

Puluhan Terluka dalam Bentrokan saat Pemakaman Warga Palestina di Jerusalem


Mediaindonesia.com |

LEBIH dari 70 warga Palestina terluka dalam bentrokan semalam dengan pasukan Israel di pemakaman Jerusalem. Petugas medis Palestina mengatakan itu, Selasa (17/5). 

Kerusuhan itu, menurut polisi, termasuk kekerasan yang mengancam nyawa petugas. Kerusuhan terjadi ketika orang-orang Palestina mengubur Walid al-Sharif, 23, yang meninggal pada Sabtu karena luka yang diderita selama bentrokan bulan lalu di kompleks masjid Al-Aqsa di Jerusalem.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan luka-luka itu terjadi selama bentrokan dengan pasukan pendudukan. Polisi Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut di dalam dan sekitar Kota Tua Jerusalem timur yang dicaplok Israel.

Baca juga: Hizbullah di Parlemen Libanon Ingatkan Saingannya tidak Bela Israel

Jenazah Sharif dibawa oleh para pelayat melintasi kompleks Al-Aqsa dan dibawa melalui Gerbang Herodes Kota Tua, sebelum dimakamkan di pemakaman terdekat. Polisi mengatakan, "Gangguan kekerasan terjadi baik selama dan setelah pemakaman, termasuk di pemakaman itu sendiri." Enam petugas terluka.

"Pasukan Israel bertindak tegas terhadap ratusan pelanggar hukum dan perusuh yang mengambil tindakan kekerasan terhadap pasukan yang membahayakan hidup mereka," kata pernyataan polisi. Warga Palestina, "Melemparkan batu, botol, batu bata, dan benda berat lain, serta menembakkan kembang api ke pasukan," tambahnya.

Baca juga: Uskup Agung Jerusalem Kutuk Serangan Polisi saat Pemakaman Wartawan

Kelompok advokasi Klub Tahanan Palestina mengatakan lebih dari 50 orang ditangkap. Polisi menyebutkan angka penangkapan di 15.

Bentrokan meletus beberapa hari setelah serangan polisi pada prosesi pemakaman wartawan veteran Al Jazeera Shireen Abu Akleh yang ditembak mati dalam serangan tentara Israel di Tepi Barat. Warga Palestina dan jaringan TV Al Jazeera mengatakan pasukan Israel membunuhnya tetapi Israel mengatakan tembakan dari kelompok Palestina mungkin yang harus disalahkan. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT