17 May 2022, 17:26 WIB

Ditutup Dua Tahun, Spanyol-Maroko Buka Kembali Perbatasan Darat


Nur Aivanni  |

MAROKO dan Spanyol telah membuka kembali perbatasan darat antara negara Afrika utara dan daerah kantong Spanyol Ceuta dan Melilla. Itu dibuka kembali setelah dua tahun ditutup karena pembatasan covid-19 dan pertikaian diplomatik.

Daerah kantong di pantai Mediterania di Maroko utara memiliki satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan Afrika.

Baca juga: Kongres AS akan dengar Kesaksian soal UFO, Pertama dalam 50 Tahun

Gerbang dibuka tak lama setelah pukul 23:00 waktu setempat pada Senin malam. Itu membuat puluhan mobil dan antrian pejalan kaki lewat di kedua arah.

Di pos perbatasan Fnideq, senyum menghiasi wajah para pelancong yang menyeberang untuk melihat keluarga mereka di sisi Maroko.

"Saya terjebak selama dua tahun di Ceuta, saya sangat senang bisa kembali ke rumah," kata Nourredine.

"Saya senang Maroko dan Spanyol telah memulihkan hubungan mereka, itu memungkinkan kami untuk melihat keluarga kami," kata seorang pria yang berusia enam puluhan.

Pembukaan kembali perbatasan kedua daerah kantong itu pada awalnya tetap terbatas pada penduduk wilayah perbatasan terbuka Eropa Schengen dan anggota keluarga mereka. Itu kemudian akan diperluas ke pekerja lintas batas setelah 31 Mei.

Ekonomi lokal di kedua sisi perbatasan bergantung pada perlintasan orang dan barang.

Penyeberangan Ceuta dan Melilla ditutup selama gelombang pertama pandemi virus korona pada Maret 2020.

Perbatasan menjadi fokus perselisihan besar tahun lalu, ketika Madrid mengizinkan pemimpin gerakan kemerdekaan Sahara Barat dirawat karena covid-19 di sebuah rumah sakit Spanyol.

Pada Maret tahun ini, Spanyol bergerak untuk mengakhiri krisis diplomatik dengan Maroko dengan mengubah sikap netralitasnya selama beberapa dekade dan mendukung rencana otonomi kerajaan untuk Sahara Barat, yang menurut Rabat harus tetap berada di bawah kedaulatannya.

Maroko, yang merupakan salah satu mitra dagang utama Spanyol, memainkan peran penting dalam mengendalikan arus migran menuju Eropa. (AFP/OL-6)

BERITA TERKAIT