17 May 2022, 09:07 WIB

Korut Laporkan Tambahan Enam Kematian Akibat 'Demam'


Nur Aivanni |

KOREA Utara (Korut), Selasa (17/5), melaporkan enam kematian tambahan akibat 'demam'. Laporan tersebut disampaikan beberapa hari setelah 'Negeri Juche' itu melaporkan kasus covid-19 pertama mereka.

Media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan tentara telah segera mengerahkan kekuatan yang kuat ke semua apotek di Kota Pyongyang dan mulai memasok obat-obatan.

KCNA juga mengatakan jumlah kematian di negara itu mencapai 56 orang hingga Senin (16/5) malam, dengan lebih dari 1.483.060 kasus demam dan setidaknya 663.910 orang menerima perawatan medis.

Baca juga: Korut Perangi Covid-19 dengan Antibiotik karena Kekurangan Vaksin

Jumlah korban itu datang meskipun Pemimpin Korut Kim Jong Un memerintahkan penguncian nasional dalam upaya memperlambat penyebaran penyakit melalui populasi yang tidak divaksinasi.

Kim, sejauh ini, mengkritik keras pejabat kesehatan atas apa yang disebutnya sebagai respons yang gagal terhadap pencegahan epidemi - khususnya kegagalan untuk membuat apotek tetap buka 24 jam untuk mendistribusikan obat-obatan.

Laporan KCNA, Selasa (17/5) menyebut langkah-langkah mendesak telah diambil untuk segera memperbaiki penyimpangan dalam pasokan obat-obatan, termasuk apotek beroperasi selama 24 jam di Pyongyang.

Sejak negara itu mengumumkan kasus covid-19  pertama mereka, Kamis (12/5), Kim telah menempatkan dirinya di depan dan pusat respons penyakit Korut, mengawasi pertemuan darurat Politbiro yang hampir setiap hari tentang wabah tersebut. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT