14 May 2022, 16:04 WIB

KTT ASEAN-AS Hasilkan Kesepakatan Kemitraan Strategis


 Indriyani Astuti | Internasional

KTT ASEAN-Amerika Serikat (AS) yang digelar di Washington DC pada 12-13 Mei 2022, menghasilkan kerja sama, yakni ASEAN-US Joint Vision Statement yang diadopsi pada penutupan. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan bahwa Indonesia sebagai koordinator, memimpin perundingan tersebut. Adapun KTT berhasil menyepakati prinsip kemitraan ASEAN-AS.

"Dari kemitraan strategis menjadi kemitraan strategis komprehensif," ujar Retno dikutip dari laman Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (14/5).

Pembahasan detail mengenai kemitraan akan dilanjutkan dan direncanakan pada KTT ASEAN-AS, yang digelar oada November 2022. Dalam Joint Vision Statement, kedua belah pihak berkomitmen meningkatkan kerja sama di berbagai sektor strategis.

Baca juga: Ini yang Disampaikan Jokowi kepada Biden

Seperti, kerja sama pemulihan pandemi covid-19 dan keamanan kesehatan. Lalu, kerja sama ekonomi, perubahan iklim, peningkatan di bidang pendidikan, hingga kerja sama di bidang maritim.

"Guna memperkuat ketahanan kesehatan, melalui program ASEAN-US Future Health Initiative, AS mendukung ASEAN menguatkan kapasitas manufaktur berkelanjutan. Dalam hal ini, untuk produk medis esensial dan riset bersama," jelas Retno.

Menyoroti kerja sama ekonomi dan konektivitas, kedua belah pihak sepakat agar AS memfasilitasi penguatan rantai pasok dan konektivitas kawasan untuk peralatan medis, hingga obat-obatan. Serta, pemajuan transportasi berkelanjutan, seperti kendaraan listrik. 

Baca juga: AS Hadapi Satu Juta Kematian Akibat Covid-19

Di samping itu, meningkatkan kapasitas keamanan siber dan literasi digital yang inklusif. Dalam Joint Vision Statement juga disepakati kerja sama perubahan iklim melalui program ASEAN-US Climate Future. Terdapat dana yang dialokasikan untuk mendukung komitmen setiap negara dalam mengurangi gas rumah kaca.

"Juga didorong adanya kemitraan swasta untuk mendukung percepatan transisi energi melalui skema pendanaan, blended finance dan transfer teknologi," imbuhnya.

Peningkatan kerja sama lainnya yang disepakati, yaitu pendidikan termasuk penguatan kolaborasi universitas dan perusahaan melalui program Billion Future. Terakhir, kerja sama di bidang maritim melalui program ASEAN Lab Mechanism dalam bentuk peningkatan koordinasi maritim.(OL-11)

BERITA TERKAIT