10 May 2022, 22:01 WIB

Israel Bongkar Lima Apartemen, 35 Warga Palestina Jadi Tunawisma


Mediaindonesia.com | Internasional

PIHAK berwenang Israel menghancurkan bangunan tempat tinggal di Jerusalem timur yang dicaplok pada Selasa (10/5). Akibatnya, 35 orang Palestina, mayoritas dari mereka anak-anak, kehilangan tempat tinggal.

Pembongkaran gedung tiga lantai di lingkungan Silwan itu, kata pihak berwenang, dilakukan karena pemiliknya tidak memiliki izin yang diperlukan. Israel secara teratur meruntuhkan rumah-rumah yang dibangun oleh orang-orang Palestina di Jerusalem timur dan Tepi Barat yang diduduki jika mereka tidak memiliki izin pembangunan yang relevan.

Hasil temuan, menurut penelitian PBB, menunjukkan bahwa izin semacam itu hampir tidak mungkin diperoleh. Hasilnya yakni kekurangan perumahan yang kronis.

Baca juga: Israel Siap Caplok Wilayah Tepi Barat dan Usir 1.000 Warga Palestina 

"Petugas kota datang pada pukul 09.00, mendobrak pintu, mengusir kami, dan tidak membiarkan kami mengambil barang-barang," kata Faris Rajabi, 35, yang tinggal di gedung itu. Para pemuda Palestina menyaksikan di hadapan pasukan Israel saat mesin berat digunakan untuk meruntuhkan bangunan tersebut, seorang fotografer AFP melaporkan dari tempat kejadian.

Rajabi mengatakan keluarganya telah berusaha keras dan membayar denda serta biaya lebih dari US$100.000 untuk menyelesaikan masalah ini di pengadilan. Bangunan itu mencakup lima apartemen dan menampung 35 anggota keluarga Rajabi, kata Faris Rajabi kepada AFP.

Silwan, yang bersebelahan dengan Kota Tua Jerusalem, menjadi tempat kampanye kelompok pemukim Yahudi untuk memperluas kehadiran Israel di sana. Warga Palestina mengecam masuknya pemukim dan menuduh mereka berusaha mendorong warga keluar dari lingkungan sendiri.

Baca juga: Israel Tahan 600 Warga Palestina Tanpa Bukti

Pembongkaran itu, "Politis, bukan legal," kata Rajabi. Ia menambahkan, "Mereka tetap tidak memberi kami izin serta ini kebijakan perampasan dan pembersihan etnis."

Palang Merah Palestina mengatakan lima warga Palestina, termasuk seorang jurnalis, dipukuli oleh polisi di lokasi pembongkaran, menambahkan satu orang dirawat di rumah sakit. Hampir 40 bangunan telah dihancurkan di Jerusalem timur tahun ini, menggusur sekitar 100 orang, menurut Kantor Koordinasi Urusan Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca juga: AS Salurkan Dana Saudi untuk Investasi di Israel, terkait Indonesia?

Beberapa pemilik lebih memilih untuk meruntuhkan rumah mereka sendiri untuk menghindari biaya ribuan shekel untuk pembongkaran, oleh kru pembongkaran kota. Israel menduduki Tepi Barat dan Jerusalem timur dalam Perang Enam Hari 1967. Ia kemudian mencaplok Jerusalem timur dalam langkah yang tidak pernah diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional. (OL-14)

BERITA TERKAIT