08 May 2022, 12:35 WIB

Mantan Kepala Keamanan Jadi Pemimpin Hong Kong Berikutnya


Nur Aivanni |

SEORANG mantan kepala keamanan yang mengawasi tindakan keras terhadap gerakan demokrasi Hong Kong, dilantik sebagai pemimpin baru pusat bisnis tersebut pada Minggu (8/5) oleh sebuah komite kecil loyalis Beijing.

John Lee, 64, adalah satu-satunya kandidat untuk menggantikan pemimpin Carrie Lam. Pengangkatannya tersebut akan menempatkan seorang pejabat keamanan di posisi teratas untuk pertama kalinya.

Meskipun konstitusi mini kota itu menjanjikan hak pilih universal, Hong Kong tidak pernah menjadi negara demokrasi.

Pemimpinnya malah dipilih oleh komite pemilihan yang saat ini terdiri dari 1.461 orang - kira-kira 0,02% dari populasi kota tersebut.

Komite itu, yang terdiri dari elite politik dan bisnis yang diperiksa kesetiaannya, mulai memberikan suara mereka pada Minggu pagi di sebuah pusat pameran di tepi pelabuhan kota tersebut.

Aksi protes sebagian besar telah dilarang di Hong Kong, dengan pihak berwenang menggunakan larangan anti-virus korona pada pertemuan publik lebih dari empat orang serta undang-undang keamanan nasional yang baru.

Menurut media setempat, polisi mengepung pusat pameran tersebut dengan keamanan. Sebanyak 6.000 hingga 7.000 petugas telah disiagakan.

Liga Sosial Demokrat - satu-satunya kelompok pro-demokrasi yang tersisa di Hong Kong - mengadakan aksi protes sebelum pemungutan suara dibuka. Mereka meneriakkan "Kekuasaan untuk rakyat, hak pilih universal sekarang".

"Seperti inilah babak baru John Lee, menyusutnya kebebasan sipil kita," kata pengunjuk rasa Vanessa Chan ketika puluhan petugas polisi melihat.

"Kami tahu tindakan ini tidak akan berpengaruh, tetapi kami tidak ingin Hong Kong benar-benar diam," tambahnya

Di bawah Presiden Xi Jinping, Tiongkok membentuk kembali Hong Kong dalam citra otoriternya sendiri setelah aksi protes demokrasi yang besar dan terkadang disertai kekerasan tiga tahun lalu.

Beijing menerapkan undang-undang keamanan untuk membasmi perbedaan pendapat dan meluncurkan sistem politik patriot baru untuk Hong Kong untuk menjamin siapa pun yang mencalonkan diri dianggap loyal.

Orang dalam mengatakan komitmen Lee yang tak tergoyahkan untuk kampanye itu memenangkan kepercayaan Tiongkok pada saat elite Hong Kong lainnya dipandang tidak cukup loyal atau kompeten.

Menurut survei pada Maret oleh Lembaga Penelitian Opini Publik, sekitar 24% publik memiliki kepercayaan pada Lee, dibandingkan dengan 12% untuk Lam. Lee akan menjabat pada 1 Juli mendatang.

Lee adalah salah satu dari 11 pejabat senior Hong Kong dan Beijing yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena tindakan keras politik. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Kyiv Desak MSF untuk Evakuasi Tentara dari Pabrik Baja Azovstal

BERITA TERKAIT