29 April 2022, 20:48 WIB

Presiden Jokowi Menghubungi Putin untuk Dorong Negosiasi Perdamaian


Indriyani Astuti |

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menghubungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telefon. Presiden menulis melalui cicitannya di akun twitter pada Jumat (29/4), Adapun komunikasi itu membahas situasi terkini di Ukraina yang tengah berperang dengan Rusia.

"Bertukar pandangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin @KremlinRussia_E melalui telepon terkait situasi di Ukraina serta kerja sama G20," kata Jokowi dalam cicitannya dalam bahasa Inggris, Jumat (29/4). 

Baca juga: Bandar Udara Internasional Guangzhou Batalkan 90 Persen Penerbangan

Prediden Jokowi menekankan bahwa Indonesia mendorong perang untuk segera dihentikan dan menegaskan perlunya negosiasi perdamaian. Indonesia, sambung Presiden Jokowi, siap memberikan berkontribusi agar tujuan itu tercapai. Putin menyampaikan pada Jokowi akan hadir dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar di Bali, November 2022. 

"Dalam kesempatan tersebut Presiden Putin menyampaikan terima kasih atas undangan Konferensi Tingkat Tinggi G20 dan beliau menyatakan akan hadir," ucap presiden.

Sebagai negara yang diberikan mandat memegang presidensi G20 tahun ini, Presiden Jokowi mengatakan Indonesia 

ingin menyatukan negara-negara G20, termasuk Rusia dan Ukraina. Sebab, perdamaian dan stabilitas adalah kunci pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia demikian.

Sebelumnya pada Kamis (28/4), Jokowi menghubungi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Jokowi menyampaikan dukungan Indonesia untuk kesuksesan negosiasi perdamaian serta siap memberikan bantuan kemanusiaan. "Kemarin saya berbicara dengan Presiden Ukraina @ZelenskyyUa. Saya menekankan kembali dukungan Indonesia pada setiap upaya demi kesuksesan negosiasi perdamaian dan siap memberikan bantuan kemanusiaan," cicit Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengundang Zelenskyy untuk hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November mendatang. Dalam pembicaraan itu, presiden mengungkapkan salah satu hal yang ddibahas mengenai permintaan bantuan persenjataan untuk Ukraina dari Indonesia.

"Saya menegaskan bahwa sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia dan prinsip politik luar negeri Indonesia melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain.

Namun saya menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan," tegasnya.  (OL-6)

BERITA TERKAIT