27 April 2022, 16:52 WIB

Rusia Hentikan Pasokan Gas ke Bulgaria dan Polandia


Cahya Mulyana |

PEMERINTAH Rusia menghentikan pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria mulai hari ini, Rabu (27/4) menyusul penolakan pembayaran dengan rubel dan ledakan di Moldova. Perusahaan gas Rusia Gazprom mengatakan telah memotong pasokan ke Polandia dan Bulgaria.

Ledakan di Moldova menargetkan kantor kementerian keamanan, menara radio dan unit militer di Transnistria, wilayah yang berbatasan dengan Ukraina namun didominasi pro-Rusia. Itu memicu pertanda wilayah itu masuk dalam perluasan konflik di Ukraina.

“Rusia ingin mengacaukan kawasan Transnistria,” Mykhaylo Podolyak, seorang pembantu presiden Ukraina, menulis di Twitter.

"Jika Ukraina jatuh, besok pasukan Rusia akan berada di gerbang Chisinau," katanya, mengacu pada ibu kota Moldova.

Amerika Serikat menggemakan keprihatinan serupa - meskipun berhenti mendukung pendapat Kyiv bahwa Rusia bertanggung jawab. "Kami sepenuhnya mendukung integritas dan kedaulatan teritorial Moldova," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah melobi sejumlah negara memberikan senjata yang lebih berat untuk mendorong Rusia di wilayah timur Donbas. Sekutu Barat khawatir akan terseret ke dalam perang langsung dengan Rusia, tetapi Washington berjanji akan membantu untuk memenangkan Ukraina.

Baca Juga: Jerman Bantu Ukraina dengan Alutista Usang

"Ukraina jelas percaya bahwa mereka bisa menang dan begitu juga semua orang di sini," kata Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin kepada 40 sekutu yang berkumpul di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Liz Truss akan menyerukan pendekatan baru untuk menghadapi Presiden Rusia Vladimir Putin. "Kita harus siap untuk jangka panjang dan melipatgandakan dukungan kita untuk Ukraina. Senjata berat, tank, pesawat terbang -- menggali jauh ke dalam inventaris kami, meningkatkan produksi. Kami perlu melakukan semua ini," tambahnya.

"Pasti tidak akan cukup bagi Putin untuk melawan perang yang mengerikan ini."

Truss juga akan mendesak Eropa untuk menghentikan impor energi dari Rusia. Pertempuran terus berkecamuk di timur Ukraina, kata Kementerian Pertahanan Ukraina.

Pasukan Rusia telah merangsek masuk ke timur negara itu dan merebut beberapa desa untuk menguasai Donbas. Rusia mengatakan telah melakukan serangan rudal presisi tinggi terhadap 32 sasaran militer Ukraina termasuk empat depot amunisi.

Rusia juga meluncurkan serangan udara terhadap 33 target, serta 100 serangan artileri dan roket. Di selatan, dua rudal Rusia menghantam kota industri Zaporizhzhia. Pasukan Rusia diperkirakan akan segera maju ke kota, yang terletak di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar Ukraina, Chernobyl. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Putin Sebut Keinginan Damai di Ukraina Dijegal Provokasi Bucha

BERITA TERKAIT