25 April 2022, 09:28 WIB

Kalahkan Le Pen, Macron Berjanji Merangkul Semua Pihak


Nur Aivanni |

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron memenangkan pemilihan presiden kembali pada Minggu. Dia mengalahkan saingannya Marine Le Pen.

Macron ditetapkan memenangi sekitar 58% suara dalam pemungutan suara pada putaran kedua dibandingkan dengan Le Pen yang memperoleh 42% suara, menurut proyeksi oleh perusahaan polling untuk saluran televisi Prancis berdasarkan sampel penghitungan suara.

Macron adalah Presiden Prancis pertama yang memenangi masa jabatan kedua selama dua dekade. Presiden berusia 44 tahun itu akan menghadapi serangkaian tantangan dalam masa jabatan keduanya, dimulai dengan pemilihan parlemen pada Juni.

Beberapa ratus demonstran dari kelompok ultra-kiri turun ke jalan di beberapa kota Prancis untuk memprotes pemilihan kembali Macron dan jumlah perolehan suara Le Pen. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan pertemuan di Paris dan Kota Rennes.

Baca juga: Jumlah Kematian akibat Covid-19 di Tiongkok Terus Bertambah

Dalam pidato kemenangan di Champ de Mars di pusat kota Paris di kaki Menara Eiffel, Macron berjanji akan menanggapi kemarahan para pemilih yang mendukung saingan sayap kanannya.

Dia mengatakan bahwa masa jabatan barunya tidak akan terus tanpa perubahan dari lima tahun terakhir.

"Jawaban harus ditemukan atas kemarahan dan ketidaksepakatan yang menyebabkan banyak rekan senegaranya memilih sayap kanan ekstrem," katanya kepada ribuan pendukung yang bersorak. "Itu akan menjadi tanggung jawab saya dan orang-orang di sekitar saya," ucapnya.

Dia juga menjanjikan metode baru untuk memerintah Prancis. Dia menambahkan bahwa era baru tersebut tidak akan menjadi salah satu kelanjutan dengan masa jabatan terakhir yang sekarang berakhir.

Dalam pidatonya kepada para pendukungnya di Paris di mana Le Pen menerima hasilnya tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti dari politik, dia mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan Prancis. Dia pun sudah bersiap untuk pemilihan legislatif pada Juni mendatang.

"Hasilnya merupakan kemenangan yang brilian," katanya bersorak. "Malam ini, kami meluncurkan pertempuran besar untuk pemilihan legislatif," kata Le Pen.

Hasil pilpres saat ini lebih tipis daripada pertandingan dalam putaran kedua pada tahun 2017, ketika dua kandidat yang sama bertemu di putaran kedua dan Macron mengumpulkan lebih dari 66% suara.

Bagi Le Pen, kekalahan ketiganya dalam pemilihan presiden akan menjadi pil pahit yang harus diterima setelah dia berusaha keras selama bertahun-tahun untuk membuat dirinya dapat dipilih.

Presiden Uni Eropa Charles Michel mengatakan blok itu sekarang dapat mengandalkan Prancis selama lima tahun lagi.

Sementara, Ketua Komisi Ursula von der Leyen mengucapkan selamat kepada Macron. "Saya senang dapat melanjutkan kerja sama kami yang sangat baik," ucapnya. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT